Petugas pemadam kebakaran Kota Denpasar mendinginkan barang rongsokan yang diangkat ekskavator di areal gudang rongsokan di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod, Denpasar, Rabu (2/9). Pemerintah Kota Denpasar menerjunkan tiga unit ekskavator untuk membantu proses pendinginan areal kebakaran. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga Rabu (2/9), pemadaman kebakaran di Jalan Nakula, Desa Pemecutan Klod masih terus berlangsung. Untuk memaksimalkan upaya pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelematan Kota Denpasar mendatangkan 3 eskavator.

Alat berat ini digunakan untuk menggaruk tumpukan puing-puing kebakaran yang selanjutnya dilakukan penyemprotan.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Triana mengatakan, tanpa alat pengaruk, pihaknya akan kesulitan memadamkan api khususnya yang berada di bawah puing-puing sampah.

Baca juga:  Kebakaran Bukit Abang Dekati Jalan di Terunyan, Dua Armada Damkar Diterjunkan

“Tanpa eskavator kita sulit memadamkan api yang di bawah tumpukan sampah. Seberapa besar kita nyemprot dari atas, apinya tidak akan kena. Kecuali kita garuk eskavator baru kita semprot,” katanya.

Teknik ini, kata dia, juga dilakukan saat pemadamkan api di TPA Suwung. Dengan itu kinerja yang dilakukan akan lebih efektif.  Disinggung terkait kapan api bisa benar-benar padam, Triana mengatakan, jika eskavator datang pada Rabu (2/9), kemungkinan api bisa padam pada Kamis (3/9) pagi.

Baca juga:  Antisipasi Arus Balik, Petugas Gabungan Fokus Tangani Duktang di Nusa Penida

“Titik api sudah berkurang. Tadi pagi sudah bersih clear. Kena sinar matahari dan angin apinya kembali. Itu di lokasi yang tidak kena garuk. Kalau yang sudah kena garuk kemarin sudah aman,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, armada dari Dinas Damkar Denpasar yang dilibatkan sudah 9 unit dari sebelumnya 12 unit. Armada Damkar Badung dilibatkan sebanyak 3 unit. Titik api dikatakannya sudah berkurang yang kini tinggal asap. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Merajan Terbakar di Banjar Nesa Desa Banjarangkan
BAGIKAN