Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Desa Sumerta Kelod, Denpasar melakukan simulasi pemadaman kebakaran di wilayahnya, Jumat (14/8). Simulasi tersebut menggunakan kendaraan pemadam kebakaran mini dengan tujuan untuk penanganan awal musibah kebakaran, dan memperkecil kerugian.(BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Desa Sumerta Kelod melakukan inovasi dalam penanganan bencana, khususnya kebakaran dalam skala kecil. Kendaraan moci atau dikenal juga dengan nama cikar yang sebelumnya digunakan untuk penyemprotan air dimodifikasi menjadi pemadam kebakaran (damkar) mini untuk penanganan awal kebakaran skala kecil.

Perbekel Desa Sumerta Kelod, I Gusti Ketut Anom Suardana, Jumat (14/8) mengatakan, inovasi tersebut berawal dari pemetaan potensi kerawanan wilayah. Desa Sumerta Kelod yang berada di kawasan pusat perkantoran Provinsi Bali dinilai memiliki sejumlah potensi bencana, termasuk pohon tumbang dan banjir. Dimana banyak pohon besar dan tua. “Pertama membentuk relawan, khususnya tim siaga bencana untuk mengatasi pohon tumbang dan banjir,” ujarnya.

Baca juga:  BNPB Pasang Alat Pendektesi Erupsi Gunung Agung

Seiring berjalannya waktu, kejadian kebakaran juga cukup banyak ditemukan, salah satunya dipicu pembakaran sampah maupun sampah liar serta tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut mendorong pihak desa memodifikasi kendaraan moci penyemprotan tanaman menjadi kendaraan khusus penanganan kebakaran. Kendaraan itu disiapkan sebagai langkah pencegahan dini sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Kapasitas tangki kendaraan tersebut sekitar 650 liter. Kapasitas itu dinilai cukup untuk menangani kebakaran dalam skala kecil. Untuk sumber air, pengisian dapat dilakukan di Kantor Desa Sumerta Kelod. Selain itu, terdapat sumber air di kawasan Badak Agung yang dapat dimanfaatkan melalui koordinasi dengan PDAM.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Triana, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Sumerta Kelod tersebut.

Baca juga:  Sejumlah Kendaraan Bertabrakan, Tiga Orang Terluka

“Tujuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk tahap awal, terutama yang aksesnya kecil-kecil,” katanya. Keberadaan kendaraan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan awal sambil menunggu armada pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi. Dengan penanganan lebih awal, penyemprotan maupun upaya pemadaman dapat segera dilakukan sehingga kerugian maupun risiko terhadap keselamatan jiwa akibat bencana dapat ditekan.

Disinggung terkait mobil pemadam mini yang direncanakan akan didistribusikan ke masing-masing kecamatan, Triana rencana tersebut telah diwacanakan sejak 2024. Kendaraan damkar berukuran kecil itu merupakan hibah dari negara Denmark kepada Pemerintah Indonesia. Pihaknya terus menindaklanjuti agar hibah tersebut dapat segera diteruskan kepada Pemkot Denpasar. Sejumlah persyaratan juga telah dilengkapi, termasuk kesepakatan dari pemerintah kota dan Wali Kota Denpasar serta data relawan yang telah dibentuk. Saat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar telah memiliki sekitar 200 relawan yang telah mendapatkan pelatihan. Para relawan tersebut disiapkan untuk melakukan penanganan awal kebakaran sekaligus membantu petugas di lapangan. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Jumlah Kendaraan Mulai Meningkat, Loket R2 Ditambah

 

BAGIKAN