Penanganan pohon yang menimpa Pura Beji Dedari di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Bencana menimpa dua pura yang berlokasi di Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Minggu (27/9). Di Banjar Dinas Magetelu, Desa Tista, Palinggih Genah Pasamuan di Pura Penataran Alit Amerta Buana, terbakar. Sementara, di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur, pohon tumbang dan menimpa Pura Beji Dedari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran palinggih di Pura Penataran Alit Amerta Buana terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Ni Ketut Sukriati dan I Nyoman Merta Astika. Saat itu keduanya sedang berada di tokonya yang lokasinya dekat dari lokasi kejadian.

Baca juga:  Bali Dibuka untuk Wisman Kian Dimatangkan, Ini SOP di Bandara hingga Karantina Hotel

Melihat kebakaran, mereka kemudian memberitahu warga sekitar. Selanjutnya, mereka bersama dengan warga lainnya mendatangi pura tersebut. Sesampainya di pura, mereka mendapati atap Palinggih Pura Genah Pesamuan yang terbuat dari ijuk sudah mengeluarkan asap tebal.

Sekitar pukul 10.27 WITA, personel Polsek Abang tiba di lokasi kebakaran dan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Pada pukul 10.41 WITA, tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Karangasem tiba dengan 4 unit mobil pemadam kebakaran untuk melakukan proses pemadaman.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem, I Made Suartika, Senin (28/9), mengungkapkan, untuk memadamkan api, pihaknya menerjunkan empat armada dengan 15 personel “Api berasil kami padamkan sekitar pukul 11.00 WITA pendinginan selesai dilakukan. Atas kejadian tersebut, pangempon Pura Penataran Alit Amerta Buana mengalami kerugian kurang lebih Rp5.000.000. Untuk penyebab kebakaran tersebut masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca juga:  Lempar Pelajar Pakai Botol, Pria Asal NTT Ditangkap

Sementara itu, sebatang pohon menimpa Pura Beji Dedari di Banjar Dinas Pesangkan, Desa Duda Timur, sekitar pukul 11.00 WITA. Sehari setelahnya, personel TRC BPBD Karangasem bersama anggota DPRD Karangasem, Kawil Pesangkan, pangelingsir, pengempon pura, dan masyarakat, melakukan penanganan.

Akibat kejadian tersebut, empat palinggih patung genah pengelukatan dan satu bale piasan mengalami kerusakan. Tidak terdapat korban jiwa maupun luka.

“Penanganan berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 WITA. Sebagian pohon telah dibersihkan, sementara penanganan lanjutan akan dikoordinasikan kembali karena kondisi lokasi cukup sulit dan ukuran pohon cukup besar. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 150 juta,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Karangasem, I Made Aditya Sugiharta. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Sembunyikan Narkoba di Anus, Divonis 12 Tahun

 

BAGIKAN