
BANGLI, BALIPOST.com – Polres Bangli memeriksa kesiapan seluruh sarana, prasarana, dan peralatan pendukung penanganan bencana di Lapangan Apel Polres Bangli, Kamis (5/11). Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana alam, seperti tanah longsor dan pohon tumbang, menyusul tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kabupaten Bangli belakangan ini.
Pemeriksaan sarpras dilakukan usai pelaksanaan Apel Kesiapan Bencana yang dipimpin oleh Kapolres Bangli AKBP Anggun Adhika Putra, bersama Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar dan Dandim 1626/Bangli Letkol INF Yugi Prastawa. Pengecekan sarpras bertujuan guna memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi siap pakai saat diterjunkan untuk menangani bencana.
Anggun Adhika Putra menyatakan bahwa pengecekan ini difokuskan pada tiga hal utama, yaitu kesiapan sumber daya manusia, kelayakan peralatan, serta sinergitas komunikasi lintas instansi di lapangan.
“Hari ini kami bersama Forkopimda melaksanakan apel kesiapsiagaan tanggap bencana. Hal ini dilakukan karena kita menyoroti kondisi cuaca yang saat ini, tidak hanya di Bangli saja, secara regional maupun di Bangli juga ada beberapa hari seperti kemarin, kejadian bencana longsor dan juga angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang. Sinergitas ini bukan hanya di atas kertas, tetapi agar seketika ada bencana, kita bisa langsung bertemu di lapangan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Terkait kondisi sarana-prasarana, dikatakan bahwa peralatan yang ada saat ini dipastikan dalam kondisi layak pakai. Seluruh peralatan akan dimaksimalkan untuk menangani situasi darurat di lapangan.
“Kalau secara pengecekan tadi, saya rasa masih bisa kita gunakan. Namun demikian, jika ada eskalasinya meningkat, kami akan meminta bantuan dari Provinsi ataupun dari Polda Bali dalam hal ini. Tapi kita berdoa semoga tidak ada bencana alam yang sangat besar, ataupun kalau misalnya bencana alamnya terjadi, masih bisa kita handle,” kata Anggun Adhika Putra.
Guna mempercepat respons penanganan di lapangan, Kapolres mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan telepon bebas pulsa 110 atau melapor langsung kepada petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat desa setempat jika terjadi peristiwa bencana di wilayahnya. (Dayu Swasrina/balipost)










