Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., turun langsung meninjau tiga lokasi disiapkan untuk KDMP di Kecamatan Kerambitan, Rabu (19/8). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) selama ini terkendala kesiapan lahan, begitu juga di kabupaten Tabanan. Memastikan kesiapan pembangunan di lapangan, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Muhamad Arifianto, S.I.P., turun langsung meninjau tiga lokasi lahan yang disiapkan untuk KDMP di Kecamatan Kerambitan, Rabu (19/8).

Tiga lokasi tersebut masing-masing berada di Desa Sembung Gede, Desa Kerambitan dan Desa Belumbang. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lahan sekaligus melihat kesiapan pemerintah desa dalam mendukung pengembangan koperasi.

Baca juga:  Pertama Kali, Koperasi Listing di Bursa

Dalam kunjungan tersebut, Dandim tidak hanya mengecek kondisi fisik lahan. Ia juga berdialog dengan para kepala desa guna menggali kondisi di lapangan, termasuk berbagai hal yang masih perlu dikoordinasikan sebelum tahapan pengembangan KDMP dilaksanakan.

“Kami ingin memastikan secara langsung kondisi dan kesiapan lahan yang telah disiapkan. Kami juga perlu mendengar penjelasan dari kepala desa mengenai kondisi di lapangan, sehingga setiap tahapan dapat dikoordinasikan dengan baik,” ujar Letkol Inf Muhamad Arifianto.

Baca juga:  Cegah Munculnya Kampung Narkoba, Ini Langkah BNNP Bali

Menurutnya, keberadaan KDMP diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik. Koperasi tersebut harus mampu menjadi wadah yang dapat mendorong aktivitas dan penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.

Karena itu, sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pihak terkait dinilai penting. Koordinasi diperlukan agar pemanfaatan lahan maupun pengembangan KDMP berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Dana Desa di Gianyar Nihil Penyimpangan
BAGIKAN