KONI Buleleng menggelar koordinasi dengan pemilik lahan untuk membuka akses menuju kawasan sport center, Kamis (10/9) malam.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST com – Persiapan pembangunan sport center di Lingkungan Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada, Buleleng, mulai bergerak ke tahap pembebasan lahan. KONI Buleleng bersama pemerintah daerah dan pihak terkait menggelar koordinasi dengan pemilik lahan untuk membuka akses menuju kawasan sport center, Kamis (10/9) malam.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat KONI Buleleng itu dipimpin Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna. Dalam pertemuan tersebut, para pemilik lahan dimintai persetujuan untuk dilakukan survei, pengukuran, dan pemetaan terhadap lahan yang nantinya digunakan untuk akses jalan menuju lokasi sport center.

Hadir dalam pertemuan tersebut pengusaha sekaligus pemberi CSR, I Gusti Ngurah Anom atau Cok Krisna, Dewan Kehormatan KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja, Kepala Dinas PUTR Perkim Buleleng, Kepala BKAD Buleleng, perwakilan BPN Buleleng, Plt. Camat Sukasada, Lurah Sukasada, Kaling Lumbanan, serta Kelian Desa Adat Lumbanan.

Supriatna mengatakan, pembangunan Sport Center Lumbanan menjadi salah satu upaya meningkatkan sarana olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Buleleng. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan sport center tersebut sekitar 5,7 hektare, merupakan aset Pemprov Bali yang telah dihibahkan kepada Pemkab Buleleng.

Baca juga:  Indonesia Incar Juara umum Woodball AG

Namun, pembangunan kawasan tersebut masih menghadapi persoalan akses. Jalan menuju lahan sport center harus melalui lahan milik sejumlah warga sehingga diperlukan proses pembebasan lahan.

“Kami mengundang masyarakat untuk melanjutkan diskusi yang sempat terjeda setahun lalu terkait pembukaan akses jalan menuju lahan sport center. Harapannya ada titik temu terkait pembebasan lahan untuk akses jalan tersebut,” ujar Supriatna.

Ia berharap proses tersebut dapat berjalan dengan baik melalui komunikasi dan kesepakatan bersama dengan masyarakat pemilik lahan. Terlebih, saat ini terdapat dukungan dana CSR sebesar Rp1 miliar dari Cok Krisna yang dapat digunakan untuk membantu proses pembebasan lahan.

Dewan Kehormatan KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja menjelaskan, pembahasan akses menuju lokasi Sport Center sebenarnya telah dilakukan beberapa kali. Dari sekitar 16 pemilik lahan yang masuk dalam pendataan, hanya satu orang yang tidak hadir karena sakit.

Baca juga:  Bali Kirim 13 Atlet di Kejurnas Panjat Tebing Remaja

Akses dari jalan raya menuju lokasi sport center diperkirakan sepanjang 650 meter. Dalam pembahasan terbaru, lebar jalan yang sebelumnya direncanakan sekitar enam meter diusulkan menjadi delapan meter. Selain itu, akan disiapkan ruang untuk jaringan drainase sehingga kebutuhan lebar keseluruhan diperkirakan mencapai 10 meter.

Dengan kebutuhan tersebut, lahan yang diperkirakan terdampak pembebasan mencapai sekitar 6.500 meter persegi. Namun, kepastian luas lahan masing-masing warga masih menunggu hasil survei dan pengukuran di lapangan.

“Intinya, dengan adanya CSR Rp1 miliar ini, kami membutuhkan kepastian siapa yang terkena dan berapa luas lahannya. Setelah dilakukan pengukuran, akan terlihat siapa yang terkena dan berapa luas lahan yang dibutuhkan. Setelah itu kita akan bicara soal tali asih kepada warga,” jelas Wiratmaja.

Baca juga:  Selancar Persiapan Try Out ke Jakarta

Ia menambahkan, proses pembebasan lahan akan dilakukan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari sosialisasi, inventarisasi, persetujuan pengukuran, survei dan penyusunan daftar nominatif, musyawarah pengadaan, pemecahan sertifikat, penyerahan tali asih, hingga penyerahan lahan.

Sementara itu, Cok Krisna menegaskan komitmennya mendukung pembangunan sarana olahraga di Buleleng. Menurutnya, keberadaan sport center tidak hanya memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

“Saya berjuang untuk Buleleng, apalagi untuk olahraga. Saya lahir di Buleleng. Jangan pesimis, harus optimistis,” tegasnya.

Cok Krisna juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap proses pembebasan lahan. Ia menilai pembukaan akses menuju kawasan sport center justru berpotensi meningkatkan nilai dan aktivitas ekonomi di kawasan Lumbanan.

“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Ini untuk memajukan Buleleng. Anggap saja CSR ini sebagai bentuk sumbangan untuk masyarakat Lumbanan. Harapannya Bali Utara bisa semakin berkembang,” ujarnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN