
DENPASAR, BALIPOST.com – Puncak peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali berlangsung khidmat melalui upacara bendera di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar, Jumat (14/8) pagi. Gubernur Bali, Wayan Koster bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan yang mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang bermakna “Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali”.
Upacara tersebut diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya beserta para Wakil Ketua, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, pimpinan perangkat daerah, ASN di lingkungan Pemprov Bali, serta perwakilan siswa SMA dan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh krama Bali menjadikan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali sebagai momentum refleksi terhadap perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan Bali ke depan.
“Provinsi Bali telah mampu melewati perjalanan panjang sejak tahun 1958 sampai saat ini dengan berbagai kemajuan dan prestasi yang dicapai, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan pembangunan dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global,” ujarnya.
Menurut Gubernur Koster, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tidak sekadar mengenang sejarah berdirinya Provinsi Bali. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat tekad membangun Bali secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, selama periode pertama kepemimpinannya, pembangunan Bali diarahkan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru. Berbagai capaian pembangunan periode 2018-2023 telah dituangkan dalam 44 tonggak peradaban sebagai penanda Bali Era Baru.
“Pada intinya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan Bali,” katanya.
Gubernur Koster menegaskan, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” mengandung pesan agar seluruh karya dan pengabdian untuk Bali dilandasi ketulusan, integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Semangat tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui gotong royong dan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing dan berkelanjutan.
Salah satu capaian penting yang disampaikan Gubernur Koster adalah keberhasilan memperjuangkan Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang diundangkan pada 4 Mei 2023. Menurutnya, UU tersebut memuat ketentuan yang mengakui keberadaan desa adat, subak, Sad Kerthi, kebudayaan dan kearifan lokal Bali.
UU Provinsi Bali tersebut kemudian menjadi salah satu payung hukum dalam penyelenggaraan pembangunan Bali yang dituangkan melalui Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Haluan pembangunan tersebut telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 dan kemudian dipasupati pada Saniscara Kliwon, Wuku Langkir, 19 Agustus 2023 di Pura Penataran Agung Besakih.
Gubernur Koster menyebut periode pembangunan 2025-2030 menjadi momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun. Keberhasilan pembangunan dalam lima tahun pertama dinilai akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan dan peradaban Bali hingga 100 tahun mendatang.
Pembangunan Bali 2025-2030, kata Gubernur Koster, diselenggarakan dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru. Pembangunan tersebut diarahkan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali dengan berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi.
Untuk periode 2025-2030, pembangunan Bali dilaksanakan melalui enam bidang prioritas. Pertama, adat, agama, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal.
Kedua, kesehatan, pendidikan, kepemudaan, olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan. Ketiga, transformasi perekonomian dengan ekonomi kerthi Bali.
Keempat, pembangunan infrastruktur darat, laut dan udara serta transformasi transportasi. Kelima, lingkungan, kehutanan dan energi. Keenam, Bali Pulau Digital dan keamanan Bali.
Gubernur Koster menegaskan pembangunan Bali dilaksanakan dengan pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah.
“Dengan tekad yang kuat, saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda, marilah kita laksanakan dan sukseskan bersama Program Pembangunan Bali 2025-2030,” ajaknya.
Menurut Koster, keberhasilan program tersebut sangat penting untuk membangun fondasi yang kokoh bagi pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.
Ia berharap pembangunan yang dilaksanakan saat ini mampu memberikan manfaat bagi generasi penerus Bali dari zaman ke zaman.
Pada puncak peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tersebut, Gubernur Koster juga menyerahkan berbagai penghargaan kepada penerima yang telah ditetapkan Pemprov Bali, di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.
Antara lain diberikan kepada pemenang Adhyasta Praja Kerthi, ASN berprestasi di lingkungan Pemprov Bali, penerima Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026, serta pemenang lomba desa dan kelurahan tingkat Provinsi Bali.
Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah desa adat dalam kategori pengelolaan keuangan Desa Adat se-Bali “Sewaka Dana Kerthi Nugraha” Tahun 2026. Selain itu, terdapat penghargaan bagi pelaku pariwisata, kompetisi gateball, Junior Sentinel Challenge, Mixoflair Bali 2026, keamanan pangan, donor darah sukarela 100 kali, hingga turnamen sepak bola Kerthi Bali Soccer IV 2026.
Dalam kategori pelaku pariwisata, penghargaan penerapan PSBS dan pemilahan sampah terbaik di daya tarik wisata diberikan kepada Waterboom Bali. Penghargaan Bali Tourism Partnership diberikan kepada Australian Consulate-General in Bali. Sedangkan penghargaan Bali Kerthi Compliance kategori Diamond diberikan kepada The Laguna Resort & Spa dan The St. Regis Bali Resort.
Untuk lomba desa tingkat Provinsi Bali 2026, juara pertama diraih Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar; juara kedua Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Badung; dan juara ketiga Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Sementara lomba kelurahan dimenangi Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, sebagai juara pertama.
Menutup sambutannya, Gubernur Koster kembali mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk menjaga kekompakan dan persatuan dalam menghadapi masa depan.
“Marilah tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak, menunjukkan harapan dan optimisme masa depan Bali Era Baru,” ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali. “Selamat Hari Jadi ke-68. Dirgahayu Provinsi Bali,” pungkasnya. (kmb/balipost)










