Prof. Dr. Wayan "Kun" Adnyana. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pembangunan adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali di bawah Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster. Bahkan, implementasinya telah dilaksanakan secara konsisten yang diperkuat dengan berbagai kebijakan yang dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub).

Diantaranya, Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Di samping juga mengeluarkan Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Atas dasar itu, Awarding Night Indonesia Awards 2022 menobatkan Gubernur Koster sebagai Tokoh Teladan Pemajuan Budaya Lokal Era Disrupsi “Exemplary Leader of Local Culture Advancement in Disruption Era”. Kategori ini dikhususkan untuk Gubernur Bali, karena selama 4 tahun dinilai sangat konsisten dalam perlindungan budaya dan pemajuan adat di Bali, serta hasilnya sudah sangat nyata dirasakan masyarakat.

Baca juga:  Lima Subak Terdampak Banjir Bandang di Buleleng

Sebab, bagi Gubernur Koster, adat, tradisi, seni, budaya dan kearifan lokal adalah fundamental kehidupan masyarakat Bali yang harus dijaga, dilestarikan, dan dimajukan. Sehingga, dalam menghadapi dinamika global Bali tetap eksis secara berkelanjutan dari zaman ke zaman sesuai visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Menurut Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, S.Sn.,M.Sn., penghargaan yang diraih Gubernur Koster sebagai Tokoh Teladan Pemajuan Budaya Lokal Era Disrupsi sangat layak dan tepat didapatkan. Sebab, Gubernur Koster dalam membangun kebudayaan Bali dilakukan secara fundamental dengan prinsip penguatan untuk yang sakral dan pemajuan untuk kebudayaan yang berkenaan dengan seni dan budaya kreatif. Bahkan, pembentukan Perda Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali malah menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan Bali.

Tidak hanya itu, sebelum dinobatkan sebagai Tokoh Teladan Pemajuan Budaya Lokal Era Disrupsi tahun 2022, Gubernur Koster juga telah menerima berbagai penghargaan. Baik dari kementerian dan lembaga, maupun lembaga independen. Pemilihan Gubernur Koster sebagai penerima penghargaan ini tentu dilakukan dengan pencermatan dan penilaian yang seksama, terkait kinerja dalam kerja pemajuan kebudayaan Bali.

Baca juga:  Kasus Kepemilikan Hampir 1 Kilo Sabu Masuk Kejaksaan

Lebih lanjut dikatakan, tidak berhenti pada pembentukan Perda dan Pergub, Gubernur Koster juga secara konkret, konsisten, dan berkelanjutan memanifestasikan segala gagasan genial norma-norma pada Perda dan Pergub ke dalam berbagai wahana. Seperti, Bulan Bahasa Bali, pembaharuan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digenapi dengan Jantra Tradisi Bali dan Perayaan Budaya-budaya Dunia di Bali, Festival Seni Bali Jani, dan juga Digital Festival. Seluruh wahana apresiasi seni budaya yang baru ini, konkret dirasakan seniman, profesional, pekerja kreatif, dan anak-anak muda pelaku digital. Bahkan, seluruhnya telah menjawab tantangan sekaligus peluang kreatif masyarakat pada era disrupsi, yang dinamis dan berbasis big data, komputasi, dan digital.

“Saya selaku Rektor ISI Denpasar, menyampaikan selamat dan salut atas kerja sungguh dan menyeluruh dalam bidang penguatan dan pemajuan kebudayaan yang telah dilakukan Bapak Gubernur Koster dalam empat tahun terakhirnya memimpin Provinsi Bali, yang menjadi penanda peradaban Bali Era Baru,” tandas mantan Kadisbud Provinsi Bali ini.

Baca juga:  Bali Raih Predikat WTP Keenam Kalinya, BPK Sebut Salah Satu Provinsi Terbaik di Indonesia
AA Gede Oka Wisnumurti. (BP/Istimewa)

Hal senada juga dikatakan Tokoh Puri Siangan, Gianyar, Dr. Drs. Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Dikatakan, penobatan Gubernur Koster sebagai Tokoh Teladan Pemajuan Budaya Lokal Era Disrupsi dan penghargaan lainnya, merupakan bentuk apresiasi atas kebijakan dalam mewujudkan Visi Pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan produk Perda, Pergub dan Keputusan Gubernur yang memiliki nilai dan komitmen membangun Bali melalui pendekatan adat dan budaya, act locally and thinks globally.

“Kita patut berbangga memiliki Gubernur yang visioner dan mengakar pada adat dan budaya sebagai kekuatan dan penggerak utama dalam membangun Bali. Ini juga menjadi bukti kemampuan Bapak Gubernur Koster mengangkat kepemimpinan spiritual dengan mengangkat nilai-nilai spiritualitas dengan dipadukan manajemen modern dalam

memimpin Bali. Selamat dan sukses untuk Bapak Gubernur, dan terus bekerja untuk kemajuan Bali,” ujar Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali ini. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *