
SINGARAJA, BALIPOST.com – Bali segera memiliki wall panjat tebing bertaraf internasional. Kabupaten Buleleng dipilih sebagai lokasi prioritas pembangunan venue yang diproyeksikan menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Bali Utara.
Realisasi pembangunan diawali dengan survei lapangan di kawasan Taman Asri Banyuasri, Minggu (2/8). Peninjauan dipimpin Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali Putu Yudi Atmika bersama Ketua Umum KONI Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna.
Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan lokasi pembangunan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika mengatakan, pembangunan wall panjat tebing berstandar internasional merupakan bentuk apresiasi atas prestasi atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang telah mengharumkan nama Indonesia, Bali, dan Kabupaten Buleleng di berbagai ajang internasional.
Menurutnya, semula pembangunan venue direncanakan di Badung atau Denpasar. Namun, Gubernur Bali Wayan Koster menginginkan pemerataan pembangunan sport tourism hingga Bali Utara sehingga Buleleng dipilih sebagai lokasi prioritas.
“Awalnya direncanakan di Badung atau Denpasar, namun Bapak Gubernur ingin sport tourism berkembang di Buleleng sehingga kami diminta meninjau sejumlah lokasi di daerah ini,” ujarnya.
Ia menilai Buleleng memiliki berbagai keunggulan yang mendukung konsep pembangunan venue panjat tebing kelas dunia. Lanskap pegunungan, kontur tanah berundak, kedekatan dengan kawasan pantai dan destinasi wisata, hingga tersedianya fasilitas akomodasi menjadi modal besar untuk mengembangkan sport tourism.
“Harapannya, venue ini tidak hanya dipakai untuk kejuaraan, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism sehingga mampu menarik wisatawan dan mendukung pemerataan pembangunan Bali Utara,” katanya.
Untuk mewujudkan fasilitas tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Anggaran itu akan digunakan membangun wall untuk nomor speed, boulder, dan lead beserta seluruh perlengkapan yang memenuhi standar internasional. Pembangunan diharapkan dapat dipercepat sehingga venue sudah bisa dimanfaatkan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali sekaligus menjadi persiapan menyambut berbagai kejuaraan internasional.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, menegaskan Pemerintah Kabupaten Buleleng siap mengawal pembangunan fasilitas tersebut agar benar-benar terealisasi di Buleleng.
Menurutnya, pembangunan wall panjat tebing internasional menjadi penghargaan atas prestasi Desak Made Rita Kusuma Dewi sekaligus membuka peluang besar bagi daerah untuk mengembangkan olahraga dan pariwisata secara bersamaan. “Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Bali, khususnya Buleleng, tetapi juga membuka peluang agar kejuaraan dunia panjat tebing dapat diselenggarakan di Buleleng sebagai bagian dari pengembangan sport tourism,” tegasnya.
Gede Supriatna menjelaskan, Taman Asri Banyuasri menjadi alternatif utama karena memiliki lahan yang memadai, berada di kawasan strategis, mudah dijangkau masyarakat maupun atlet, serta didukung akses menuju kawasan wisata Lovina.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar untuk membangun berbagai fasilitas pendukung, seperti tribun, ruang ganti, gudang, toilet, hingga area penonton.
Menurutnya, pembangunan venue akan dilakukan secara bertahap agar selaras dengan penataan ruang terbuka hijau yang sedang berlangsung di kawasan Banyuasri.
“Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet panjat tebing Bali sekaligus mampu menarik penyelenggaraan kejuaraan nasional maupun internasional yang memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Bali Utara,” kata Supriatna. (Yudha/balipost)










