Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun ini akhirnya menggelontorkan anggaran untuk biaya perbaikan atau revitalisasi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 18 miliar lebih untuk perbaikan puluhan sekolah di Bumi Lahar.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, mengungkapkan, kalau Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima alokasi dana sebesar Rp 18. 288.353.808. Kata dia, anggaran tersebut nantinya diperuntukkan untuk merevitalisasi puluhan sekolah rusak di Bumi Lahar.

Baca juga:  Pemerintah Bisa Hemat Anggaran Subsidi Dengan Stop Impor LPG

“Pemerintah Pusat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 untuk revitalisasi 23 sekolah pada tahap pertama, yang terdiri dari 5 TK, 13 SD, dan 5 SMP,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Sekolah Penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, pada Jumat (31/7).

Gus Par menegaskan, jika revitalisasi sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi unggul Karangasem. Ia meminta seluruh penerima bantuan agar mengelola dana secara transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas pembangunan, sehingga seluruh pekerjaan dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.

Baca juga:  Musrembang Kecamatan Karangasem 2026 Usulkan Perbaikan Jalan hingga Rumah Kompos

“Melalui sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, sekolah, dan masyarakat, diharapkan fasilitas pendidikan di Karangasem semakin baik lagi kedepannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7) mengungkapkan belasan kepala sekolah dasar yang berangkat ke Surabaya untuk memenuhi panggilan terkait proses verifikasi bantuan revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Pengangkatan Stafsus di Masa Efisiensi Karena Ada Anggaran
BAGIKAN