
GIANYAR, BALIPOST.com – Layanan Panggilan Darurat Call Center 112 Kabupaten Gianyar menjadi percontohan dalam pengembangan sistem kegawatdaruratan terintegrasi di tingkat regional.
Hal ini mengemuka saat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melakukan kunjungan kerja ke ruang kendali Command Center 112 Gianyar guna meninjau langsung tata kelola layanan kegawatdaruratan tersebut, Kamis (9/7).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, bersama Plt. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar, I Dewa Gde Agung Wahyudi mengungkapkan bahwa kecanggihan infrastruktur teknologi tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya sinergi yang kuat antarlembaga.
“Di balik setiap panggilan darurat yang masuk ke layanan 112, tersimpan harapan besar masyarakat agar pertolongan datang secepat mungkin. Namun, kecepatan respons bukan semata-mata bergantung pada kecanggihan teknologi. Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan berbagai instansi untuk bergerak bersama, saling terhubung, dan mengambil peran dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi,” tegas Gusti Ngurah Dibya.
Kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti pengembangan layanan 112 di sektor kebencanaan yang diinisiasi oleh BPBD Provinsi Bali. Program ini merupakan bagian dari cetak biru pembangunan Bali Emergency Service (BES) sebuah sistem layanan kegawatdaruratan terpadu yang dirancang untuk menghubungkan seluruh kabupaten/kota se-Bali dalam satu ekosistem pelayanan darurat yang solid.
Selama orientasi lapangan, rombongan tidak hanya melihat fasilitas fisik ruang kendali Command Center, tetapi juga membedah secara menyeluruh aspek manajerial pelayanan. Pembahasan meliputi regulasi payung hukum, mekanisme operasional harian, optimalisasi teknologi informasi, manajemen performa operator, hingga pola koordinasi lintas sektoral.
Diskusi interaktif yang terbangun memfokuskan pada efisiensi alur informasi. Setiap laporan kedaruratan dari masyarakat harus dipastikan mampu diteruskan secara instan kepada instansi berwenang, meliputi BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Layanan Kesehatan (PSC 119), Aparat Penegak Hukum (Kepolisian dan Satpol PP), Instansi Pelayanan Publik dan Infrastruktur (PLN dan PUPR).
Kepala UPTD Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Bali, I Wayan Suryawan menyampaikan, Gianyar sukses membangun standardisasi koordinasi yang layak di contoh. “Yang kami pelajari dari Kabupaten Gianyar bukan hanya teknologi yang digunakan, tetapi komitmen yang dibangun untuk menyatukan berbagai perangkat daerah dan instansi vertikal dalam satu sistem pelayanan kegawatdaruratan. Teknologi dapat kita hadirkan, tetapi keberhasilan layanan sangat ditentukan oleh komitmen, koordinasi, dan konsistensi seluruh pihak dalam bekerja bersama,” ujar Wayan Suryawan.
Melalui penjajakan dan adopsi pola kerja Command Center 112 Gianyar ini, diharapkan realisasi Bali Emergency Service (BES) ke depan dapat berjalan lebih optimal demi memberikan rasa aman dan pelayanan prima bagi masyarakat serta wisatawan di seluruh Bali. (Wirnaya/balipost)










