Polda Bali memiliki Command Center yang terkoneksi dengan ribuan CCTV. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kemajuan teknologi dimanfaatkan pihak kepolisian untuk mengantisipasi dan mengungkap gangguan kamtibmas. Seperti dengan adanya CCTV, kepolisian bisa memonitor situasi arus lalu lintas hingga mengungkap kasus tindak pidana. Di Polda Bali telah memiliki Command Center yang memonitor atau terkoneksi dengan  1.190 CCTV.

Terkait aspek pengamanan, Polda Bali menerapkan pola pengawasan berlapis, termasuk patroli rutin, penguatan penjagaan objek vital nasional, serta peningkatan keamanan kawasan pariwisata. Polda Bali dan polres jajaran memaksimalkan pemanfaatan teknologi seperti CCTV terintegrasi dan Command Center untuk memastikan potensi gangguan dapat terdeteksi sejak dini.

“Untuk jangkauannya (CCTV) terutama tersebar di wilayah Badung dan Denpasar,” ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Sabtu (4/7).

Baca juga:  Kasus Pengeroyokan di Pura Besakih, Pamucuk Pemangku Sayangkan Pecalang Jadi Tersangka

Selain itu, menurut AKBP Rina, CCTV juga terpasang di  titik-titik vital seperti pelabuhan, bandara dan objek penting lainnya.

Keberadaan CCTV tersebut sangat berperan dalam pengungkapan kasus. Beberapa kasus ringan sampai berat bisa diungkap dengan adanya rekaman CCTV. Apalagi saat ini tempat usaha dan rumah tinggal didorong memasang kamera pengintai itu. Dengan demikian pergerakan pelaku kejahatan bisa terekam dengan jelas sehingga memudahkan polisi mengenali ciri-cirinya.

Selain itu, Polda Bali juga memiliki 91 Command Center di ITDC, Nusa Dua, Kuta Selatan. Command Center tersebut berperan sangat penting mengingat banyak event internasional digelar di Nusa Dua.

Event tersebut di antaranya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Archipelagic and Island States (AIS),  World Water Forum (WWF), Asia-Afrika, ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Council Meeting dan KTT G20.

Baca juga:  Olah TKP Kebakaran Kapal Ditunda, Ini Alasannya

Keberadaan 91 Command Center merupakan salah satu posko untuk memantau seluruh kegiatan pengamanan yang dilaksanakan oleh Polda Bali, baik di ring I, ring II, maupun ring III. Posko ini bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi saat diperlukan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di lapangan.

Jika ada permasalahan, ancaman, ataupun gangguan di lapangan yang membutuhkan pergerakan personel secara cepat, instruksi-instruksi terkait dengan hal tersebut bisa diberikan dari posko ini.

Kedua Command Center ini saling terintegrasi dan memonitoring di berbagai lokasi strategis di seluruh Bali, seperti kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur, Ubud, Jatiluwih, Kintamani, Bedugul dan lainnya, serta di pintu masuk Bali seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Benoa, Padangbai dan Pelabuhan Celukan Bawang.

Baca juga:  Pisah-Sambut Kajati, Gubernur Koster Ajak Jaga Bali

CCTV juga terpasang di terminal-terminal antar provinsi serta di jalan-jalan protokol, kawasan kota, termasuk tempat-tempat umum lainnya dan lokasi yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas lainnya. Seluruh CCTV tersebut akan konek langsung ke layar-layar monitor di ruang Command Center Polda Bali.

Oleh karena itu Command Center ini memiliki peran yang sangat penting dalam pengawasan dan pengamanan, serta memiliki berbagai fitur canggih dalam pengendali operasi kepolisian yang terhubung dengan aplikasi informasi vital. Termasuk monitoring GPS kendaraan bermotor patroli dan pengawalan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN