Bupati Wayan Adi Arnawa menerima kunjungan lapangan dan wawancara dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT. SMI) di Ruang Nayaka I, Puspem Badung, Kamis (2/7). (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Proyek pinjaman daerah di Kabupaten Badung mendapat pengawasan ketat. Bahkan, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) turun langsung ke lapangan, pada Kamis (2/7) untuk mengevaluasi progres pembangunan yang dibiayai melalui skema pinjaman, sekaligus menguji dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi proyek strategis. Tim melakukan peninjauan lapangan hingga wawancara guna memetakan capaian pembangunan, efektivitas penggunaan anggaran, serta komitmen keberlanjutan dari Pemerintah Kabupaten Badung.

Baca juga:  Diamankan, 8 Orang Diduga Pengeroyok Mahasiswa Hingga Meninggal

“Ini merupakan bagian dari pengawasan kami terhadap pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh PT. SMI. Kabupaten Badung merupakan salah satu daerah yang kami kunjungi bersama Ibu komisaris,” ucapnya.

Evaluasi ini tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap rupiah dari pinjaman benar-benar memberi dampak. Fokus penilaian meliputi kualitas proyek, ketepatan waktu pelaksanaan, hingga kontribusinya terhadap peningkatan layanan publik.

Kedatangan jajaran PT SMI disambut langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia mengapresiasi peran aktif PT SMI dalam mendampingi pelaksanaan proyek, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas pembiayaan.

Baca juga:  Kenaikan Capai 50 Persen, Pelaku Usaha di Denpasar Keluhkan Tingginya Harga Plastik

“Kami berkomitmen untuk mengelola setiap pembiayaan pembangunan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Pendampingan dari PT SMI menjadi bagian penting dalam memastikan proyek yang dibiayai mampu memberikan nilai tambah bagi pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Badung sendiri memutuskan skema pinjaman sebesar Rp2,8 triliun dengan bunga 5,7 persen. Pada 2025, proyek masuk tahap pembebasan lahan, dan awal 2026 mulai konstruksi. Pencairan dana dilakukan bertahap, dengan kewajiban pembayaran dimulai enam bulan setelah penandatanganan perjanjian.

Baca juga:  Dukung Investasi, ADB Berikan Pinjaman 500 Juta Dolar AS

Dana pinjaman direncanakan ini untuk penanganan delapan trase jalan serta konstruksi sembilan trase lainnya, termasuk titik strategis seperti Simpang Semer, Kerobokan, hingga akses kawasan Kuta Selatan, GWK, dan Uluwatu.

Dengan evaluasi berlapis ini, proyek pinjaman Badung diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing kawasan wisata Bali. (Parwata/balipost)

BAGIKAN