Latihan penyusunan rencana tindakan kontinjensi (Rentinkon) Kotamaops TNI di Makodam IX/Udayana, Denpaser. (BP/istimewa)

 

DENPASAR, BALIPOST.com – Wilayah Kodam IX/Udayana meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Bali-Nusra) yang memiliki karakteristik wilayah dengan tingkat kerawanan yang beragam. Selain rawan terhadap bencana alam, kawasan ini juga memiliki potensi konflik sosial, ancaman keamanan di wilayah perbatasan RI–RDTL, ancaman terhadap VVIP dan instalasi VVIP, hingga ancaman tindak terorisme yang memerlukan kesiapsiagaan serta perencanaan kontinjensi secara matang.

Hal ini disampaikan Panglima Kodam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto saat membuka Latihan Penyusunan Rencana Tindakan Kontinjensi (Rentinkon) Kotamaops TNI, Selasa (30/6) di Makodam, Denpasar.  Pesertanya merupakan perwira siswa pendidikan reguler (Pasis Dikreg) LV Sesko TNI  2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026. Latihan ini menjadi wahana strategis untuk mengasah kemampuan para calon pemimpin dalam menyusun rencana tindakan kontinjensi yang komprehensif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai dinamika ancaman di masa depan.

Baca juga:  Perwakilan Korban Investasi Bodong Mengadu ke Dewan

Dalam sambutannya, Mayjen Piek Budyakto menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Sesko TNI atas kepercayaan  Kodam IX/Udayana sebagai lokasi penyelenggaraan latihan yang memiliki nilai strategis. Menurutnya  latihan penyusunan Rentinkon merupakan tahapan yang sangat penting dalam membentuk perwira yang profesional, adaptif, visioner, serta memiliki kemampuan berpikir strategis dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman yang terus berkembang.

Pada kesempatan tersebut, jenderal bintang dua di pundak ini menekankan supaya seluruh peserta latihan agar memanfaatkan setiap tahapan kegiatan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, koordinasi, serta pengambilan keputusan strategis. Para Perwira Siswa juga didorong untuk mengembangkan pola pikir yang kritis, kreatif, inovatif, dan komprehensif dalam menyusun rencana tindakan kontinjensi sehingga mampu menghasilkan konsep operasi yang realistis, terukur, serta aplikatif.

Baca juga:  Jelang Nyepi, Polsek Dentim Intensifkan Patroli ke Banjar

Tidak hanya meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia TNI di bidang perencanaan operasi, latihan ini juga diharapkan menghasilkan produk  yang mampu diimplementasikan secara efektif dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

“Dengan adanya latihan ini, saya berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara TNI, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta seluruh komponen bangsa. Dengan demikian kemampuan penanggulangan keadaan darurat dapat terlaksana secara terpadu, cepat, efektif, dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.(Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Soal Penyitaan Ratusan Juta di Koperasi, Ini Penjelasan Jaksa

 

BAGIKAN