
SINGARAJA, BALIPOST.com – Minat pelajar di Kabupaten Buleleng terhadap olahraga Baseball Five terus meningkat. Hal itu terlihat dari membludaknya peserta yang mengikuti Kejuaraan Panji Sakti Cup I Baseball Five Tournament 2026. Di balik perkembangan prestasi yang kian menjanjikan, keterbatasan fasilitas latihan masih menjadi kendala utama dalam pembinaan cabang olahraga tersebut.
Kejuaraan yang digelar Pengurus Desa Perbasasi Desa Panji bekerja sama dengan Pemerintah Desa Panji resmi dibuka di Lapangan Ki Barak Panji Sakti, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Senin (3/8). Turnamen berlangsung hingga 5 Agustus 2026 dan diikuti 35 tim dari berbagai sekolah di Buleleng.
Rinciannya, 16 tim tingkat SD, tujuh tim SMP, dan 12 tim SMA. Seluruh pertandingan penyisihan digelar di Lapangan Ki Barak Panji Sakti, sedangkan partai final dijadwalkan berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Bhuana Kerta.
Kejuaraan dibuka Wakil Bupati Buleleng yang juga Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna. Ia mengaku terkejut sekaligus bangga melihat tingginya animo peserta. Bahkan, sejumlah tim datang dari wilayah yang cukup jauh seperti Kecamatan Gerokgak.
“Ini menjadi kejutan yang menggembirakan. Peserta kejuaraan ini luar biasa, bahkan berasal dari Kecamatan Gerokgak. Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Buleleng agar cabang olahraga semakin berkembang dan menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.
Menurut Supriatna, peningkatan minat tersebut sejalan dengan prestasi yang berhasil diraih atlet Baseball Five Buleleng. Pada ajang Porjar Bali 2026, kontingen Buleleng berhasil memborong medali, yakni emas kategori SD putra dan putri, perak kategori SMA putri, serta perunggu kategori SMP putra dan SMA putra.
Tak hanya itu, atlet binaan Buleleng, Kadek Sinta Dwi Maharani, yang memperkuat Tim Nasional Baseball Five Indonesia, juga sukses menyumbangkan medali perak pada SEA Games ke-33 di Thailand. Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil.
“Prestasi yang diraih pada Porjar menunjukkan pembinaan kita berada di jalur yang baik. Tugas berikutnya adalah menjaga kesinambungan pembinaan agar semakin banyak atlet Buleleng mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Meski demikian, Supriatna mengakui pembinaan Baseball Five masih dihadapkan pada persoalan klasik, yakni belum tersedianya lapangan khusus. Selama ini para atlet berlatih dengan memanfaatkan lapangan desa maupun fasilitas olahraga yang dipakai bergantian dengan cabang olahraga lain.
Menurutnya, kondisi tersebut belum ideal untuk mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan. Karena itu, KONI Buleleng bersama pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat dukungan, baik melalui penganggaran maupun penyediaan sarana olahraga.
“Pembinaan atlet menjadi tanggung jawab bersama. KONI akan terus mendukung melalui penganggaran maupun penyediaan fasilitas olahraga. Untuk sementara Baseball Five masih memanfaatkan lapangan desa yang ada. Ke depan, kami berharap rencana pembangunan sport center di Lumbanan dapat menjadi solusi agar cabang olahraga ini memiliki fasilitas latihan yang lebih representatif,” tegasnya. (Yudha/balipost)










