
SINGARAJA, BALIPOST.com – Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Kabupaten Buleleng membidik pelajar sebagai basis pembinaan dan regenerasi atlet. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan atlet menghadapi ekshibisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Hal tersebut diungkapkan pengurus PKSI Buleleng saat audiensi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng, Kamis (20/8).
Pembina Olahraga Korfball Buleleng, Made Agus Wijaya, mengatakan pengembangan korfball akan difokuskan ke lingkungan sekolah. Sosialisasi akan menggandeng guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO), serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
“Kami akan melaksanakan sosialisasi mengenalkan olahraga korfball atau bola keranjang ini kepada masyarakat umum, dunia pendidikan, dan juga para atlet olahraga sejenis, misalnya bola basket, karena teknik dasarnya serupa,” ujar Agus.
Menurut Agus, pembinaan di lingkungan sekolah penting untuk membangun basis atlet sejak dini. Selain pelajar, sosialisasi juga akan menyasar masyarakat umum serta atlet dari cabang olahraga yang memiliki karakteristik permainan serupa, seperti bola basket.
Untuk memperluas pengenalan korfball, PKSI Buleleng juga berencana melakukan sosialisasi di lapangan olahraga, fasilitas umum, hingga kegiatan Car Free Day.
“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan sosialisasi baik di lapangan-lapangan, fasilitas umum, termasuk yang kami sasar adalah Car Free Day,” katanya.
Agus menambahkan, PKSI Buleleng memiliki modal awal dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dua pengurus, Masyita Siregar, S.Pd., M.Pd., dan Wayan Cindy Astutik, telah memiliki pengalaman bermain korfball di tingkat nasional melalui PON Aceh dan Sumatera Utara XXI 2024.
“Potensi kita luar biasa, dari sisi pengurus saja kita sudah ada dua atlet korfball yang sudah memiliki pengalaman bermain di tingkat nasional dalam hal ini PON di Aceh kemarin, ada dua dan ini siap untuk membina, jadi dari sisi SDM kepelatihan sudah ada,” jelasnya.
Ia mengatakan PKSI Buleleng siap melengkapi persyaratan untuk menjadi anggota KONI, termasuk legalitas organisasi, kepengurusan, sekretariat, tempat latihan, atlet, pelatih, wasit, serta kegiatan pembinaan.
“Kami yakin hal itu bisa kami laksanakan. Dengan dukungan KONI, Disdikpora, dan seluruh stakeholder, perkembangan korfball di Kabupaten Buleleng astungkara akan berlangsung dengan lancar,” ujarnya.
Target jangka pendek PKSI Buleleng adalah mempersiapkan korfball untuk tampil dalam ekshibisi Porprov Bali 2027. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Pengprov Korfball Indonesia Provinsi Bali.
“Dari hasil koordinasi kami ini adalah salah satu tujuan dari kegiatan pembentukan korfball Buleleng yang mendukung ekshibisi pada Porprov Bali di 2027,” pungkas Agus.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, mengapresiasi terbentuknya organisasi korfball. KONI, kata dia, terbuka terhadap cabang olahraga baru yang berpotensi meningkatkan partisipasi dan prestasi olahraga di Buleleng.
Nova menilai korfball berpeluang berkembang di kalangan pelajar karena menarik dan relatif aman, mengingat olahraga tersebut tidak melibatkan kontak fisik keras.
“Korfball ini bisa menjadi bagian untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Apalagi olahraga ini cukup aman karena tidak ada body contact secara keras,” ujar Nova.
KONI Buleleng selanjutnya meminta PKSI mengajukan surat permohonan untuk mengikuti proses keanggotaan. Pengurus PKSI juga akan diundang dalam Rapat Kerja KONI untuk mempresentasikan perkembangan korfball di Buleleng.
Sekadar diketahui, korfball merupakan olahraga permainan beregu yang berasal dari Belanda. Olahraga ini dimainkan oleh tim putra dan putri dalam satu tim dengan mengutamakan kerja sama, teknik, taktik, dan pergerakan tanpa bola. Salah satu ciri khas korfball adalah tidak diperbolehkannya kontak fisik keras. Pemain dituntut mampu melakukan operan, mencari ruang, mempertahankan posisi, serta bekerja sama dengan rekan satu tim untuk menciptakan peluang dan mencetak poin. (Nyoman Yudha/balipost)










