BNNP Bali pernah menangkap RW alias Kris (44) dengan barang bukti catridge dan liquid vape mengandung etomidate. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rokok elektrik ataupun vape menjadi salah satu media utama penyalahgunaan narkotika. Sedangkan saat ini, mulai dari remaja sampai orangtua sedang trend mengisap vape dan tokonya pun menjamur di Bali.

Hal ini dipertegas dengan adanya pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika yang dilakukan BNNP Bali pada Februari tahun ini di daerah Denpasar dengan barang bukti 672 cartridge vape siap edar yang mengandung etomidate.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Putera Sadana, Senin (29/6) menjelaskan selain itu, BNN RI juga berhasil mengungkap clandestine lab jaringan internasional yang memproduksi cairan vape yang mengandung narkotika jenis etomidate. Tidak hanya di Jakarta dan di Bali, kasus dengan barang bukti catridge hingga cairan vape mengandung narkotika juga pernah di ungkap di wilayah Kepualan Riau, Lampung dan Jawa Timur.

Baca juga:  Narkoba Asal Aceh Rp 1,5 Miliar Disita

“Hal ini tentunya perlu menjadi kewaspadaan kita bersama karena secara kasat mata sangat susah membedakan vape yang beredar, apakah mengandung narkotika atau tidak? Apalagi pengguna vape lebih banyak menyasar generasi muda yang merupakan generasi harapan penerus bangsa,” tegasnya.

Brigjen Putera menyampaikan jika melihat kebijakan beberapa negara di Asia sudah melarang peredaran dan penggunaan vape,  diantaranya di Singapura, Thialand, Vietnam, India, Hingkong, Brunei, Kamboja dan Laos. Melihat hal ini, jangan sampai Indonesia ataupun Bali menjadi pasar peredaran gelap narkotika melalui vape atau rokok elektronik.

Baca juga:  Kondisi di Gunung Agung Level 1, Pendakian Masih Normal

Beberapa upaya telah dilakukan, diantaranya melakukan kampanye bahaya narkotika dan rokok elektrik di lingkungan sekolah-sekolah seta mendorong para pengusaha vape atau rokok elektrik agar membatasi dan melarang penjualan vape kepada remaja. “Selain itu kami juga mengajak dan memberi tips kepada masyarakat untuk mewaspadai modus para bandar yg menggunakan media utama dalam hal ini rokok elektrik yang mengandung narkotika,” ujarnya.

Tips tersebut di antaranya waspada dengan teman baru ataupun teman lama  menawarkan rokok elektrik dengan dalih bahwa rasanya lebih enak serta lebih wangi dari yang pernah ada.

Baca juga:  Bermodus Antar "Melukat," Perempuan Ini Gasak Perhiasan Emas dan Uang

Merasa curiga terhadap rokok elektrik yang harganya diluar kewajaran. Terakhir berhenti atau tidak menghisap rokok elektrik sama sekali.

Dari sisi pencegahan, BNNP Bali bersinergi dengan stakeholder terkait seperti kepolisian dan Bea Cukai untuk mengawasi pintu masuk Bali, serta tempat atau kawasan rawan penyalahgunaan narkotika. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN