
DENPASAR, BALIPOST.com – Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) yang dilangsungkan setiap tahunnya bertujuan untuk menampung kreativitas generasi muda termasuk mengarahkan potensi-potensi yang dimiliki. Tahun ini penyelenggaraan D’Youth Fest yang puncaknya berlangsung di Lapangan Puputan Badung, mengglontorkan anggaran Rp2,3 miliar.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam konferensi pers yang digelar di Denpasar, Selasa (30/6) mengatakan, D’Youth Fest telah berkembang menjadi salah satu ruang strategis bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, namun juga menjadi ruang bertemunya kreativitas, inovasi, budaya, dan semangat kolaborasi yang menjadi kekuatan utama pembangunan Kota Denpasar.
“Dalam ajang ini kami merangkul, memberi ruang dan meningkatkan potensi kreativitas anak muda Denpasar untuk dapat tersalurkan. Di Denpasar banyak perhelatan, seperti musik, perhelatan komunitas lainnya itu pemerintah kota ingin hadir dan memberikan suport langsung,” katanya.
Keterlibatan komunitas yang tahun ini ada 18 komunitas terlibat dalam D’Youth Fest 6.0 menjadi bagian penting. Terlebih tahun ini ada penambahan dari tahun sebelumnya yang hanya 10 komunitas. Ajang ini, kata Arya Wibawa, juga untuk mengarahkan kreativitas generasi muda agar bermanfaat dan memberikan hasil bagi mereka termasuk ekonomi kreatif di Kota Denpasar. “Seperti halnya tatto, yang dulunya hanya dikenal serem. Ternyata mampu memberikan manfaat bagi ekonomi,” terangnya.
Disisi lain, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, A.A. Ngurah Mahendra mengatakan, tahun ini D’Youth Fest menganggarkan Rp2,8 miliar. Namun karena efesiensi ada pemotongan anggaran menjadi Rp2,3 miliar. Pada malam puncak D’Youth Fest 6.0 akan menghadirkan berbagai atraksi unggulan yang memadukan seni tradisi, kreativitas modern, ekonomi kreatif, hingga hiburan musik.
Selain pertunjukan seni dan budaya, malam puncak D’Youth Fest juga akan dimeriahkan penampilan sederet musisi lokal dan nasional, di antaranya Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project. (Widiastuti/balipost)










