Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng menjadikan Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, sebagai wilayah prioritas pelaksanaan vaksinasi rabies menyusul insiden seekor anjing yang diduga terinfeksi rabies menggigit tiga anak pada Jumat (26/6) malam. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus rabies ke hewan penular rabies (HPR) lainnya di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat dikonfirmasi, Minggu (28/6), mengatakan, anjing yang menyerang tiga anak itu diduga merupakan anjing liar yang masuk ke kawasan permukiman warga. Menurutnya, dari rekaman kamera CCTV yang beredar, perilaku anjing tersebut mengarah pada ciri-ciri hewan yang diduga terinfeksi rabies. Anjing itu terlihat menyerang anak-anak secara tiba-tiba tanpa adanya tindakan yang memicu agresivitasnya.

Baca juga:  Rem Laju Penyebaran COVID-19, Pemerintah Perlu Pertimbangkan 2 Opsi Ini

“Dari rekaman CCTV, anak-anak tidak mengganggu anjing itu. Tiba-tiba datang lalu langsung menggigit. Indikasinya memang mengarah ke sana. Namun kami belum bisa memastikan apakah benar positif rabies karena harus melalui pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Melandrat menjelaskan, Lingkungan Jalak Putih merupakan kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga relatif sedikit warga yang memelihara anjing. Karena itu, anjing yang menyerang tiga anak tersebut diduga merupakan anjing liar yang masuk dari wilayah lain.

Baca juga:  Polsek Gianyar Jaga Kekhusyukan Ibadah Natal di Gereja Santa Maria Ratu Rosari

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan memprioritaskan vaksinasi terhadap HPR di wilayah sekitar lokasi kejadian. Menurutnya, upaya tersebut penting dilakukan mengingat belum diketahui apakah anjing yang menyerang tiga anak itu sebelumnya sempat berkontak atau menggigit anjing lainnya. “Karena itu, anjing-anjing di sekitar lokasi akan kami upayakan segera divaksin agar tidak terjadi penyebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan terhadap manusia yang menjadi korban gigitan dilakukan melalui pemberian vaksin antirabies (VAR), sedangkan upaya pencegahan pada hewan dilakukan melalui vaksinasi rabies secara berkala. Melandrat juga menghimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap hewan peliharaan dengan rutin melakukan vaksinasi setiap tahun.

Baca juga:  ​Lawan Narkoba dengan Seni, Desa Saba Jadi "Desa Bersinar" 2025

Menurutnya, stok vaksin rabies untuk anjing dan kucing saat ini tersedia dalam jumlah mencukupi dan dapat diperoleh secara gratis di kantor Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng maupun melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang tersebar di sembilan kecamatan di Buleleng.

“Vaksin rabies untuk hewan sekarang tidak terbatas. Masyarakat tidak perlu menunggu petugas datang, tetapi bisa lebih proaktif membawa hewan peliharaannya untuk divaksin. Kalau semua pemilik hewan peduli, kasus-kasus seperti ini tentu bisa diminimalkan,” tegasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN