Ekuador dan Curacao sama-sama memburu poin pertama ketika bertemu pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion GEHA Field at Arrowhead, Amerika Serikat, Minggu (21/6) pagi WIB. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ekuador dan Curacao sama-sama memburu poin pertama ketika bertemu pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion GEHA Field at Arrowhead, Amerika Serikat, Minggu (21/6) pagi WIB.

Pertandingan itu penting bagi kedua tim setelah sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka. Ekuador takluk 0-1 dari Pantai Gading, sedangkan Curacao kalah telak 1-7 dari Jerman.

Hasil itu membuat keduanya membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang melaju ke babak selanjutnya.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece menegaskan timnya tidak boleh memandang Curacao sebelah mata meski lawannya baru saja kalah besar dari Jerman. Dia mengingatkan bahwa Ekuador bukan Jerman dan pertandingan tetap harus dimenangi melalui kerja keras di lapangan.

Baca juga:  Pemegang Lisensi Merchandise Piala Dunia U-20 Rasakan Dampak Besar

Beccacece menyebut Ekuador perlu tampil dengan konsentrasi penuh, disiplin secara taktik, serta mengambil keputusan dengan tepat sepanjang pertandingan.

Dia pun ingin para pemainnya untuk mewaspadai kemampuan Curacao dalam melakukan transisi permainan.

Bagi Ekuador, laga ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah catatan tak terkalahkan panjang mereka terhenti pada pertandingan pertama.

Kemenangan atas Curacao akan membuka kembali peluang La Tri sebelum menghadapi laga berat melawan Jerman pada pertandingan terakhir fase grup.

Baca juga:  Kalahkan Kosta Rika, Inggris Makin Percaya Diri

Sementara itu, Curacao datang dengan misi memperbaiki penampilan setelah menjalani debut pahit di Piala Dunia. Meski kalah telak dari Jerman, Curacao tetap mencatat sejarah sebagai negara terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia, dengan populasi sekitar 156.000 jiwa.

Pelatih Curacao Dick Advocaat menyebut kehadiran timnya di Piala Dunia sudah menjadi pencapaian besar bagi negara Karibia tersebut. Namun, Curacao tetap dituntut tampil lebih kompetitif untuk menjaga peluang mereka di Grup E.

Secara kualitas dan pengalaman, Ekuador lebih diunggulkan. Namun tekanan juga berada di pihak wakil Amerika Selatan tersebut karena kekalahan kedua dapat membuat langkah mereka ke fase gugur semakin berat.

Baca juga:  Badan Investigasi Korupsi Korsel Ingin Tangkap Presiden Yoon

Dalam format baru Piala Dunia 2026, dua tim teratas dari setiap grup akan lolos langsung ke babak 32 besar. Mereka akan ditemani delapan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup yang ada.

Dengan kondisi itu, laga Ekuador kontra Curacao tidak hanya menjadi perebutan poin pertama, tetapi juga momentum untuk menjaga napas kedua tim dalam persaingan Grup E. (kmb/balipost)

BAGIKAN