Bupati Sutjidra. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Menjelang laga Argentina melawan Spanyol yang akan berlangsung Senin (20/7) dini hari, Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menjagokan tim yang berbeda. Sutjidra mantap mendukung Argentina, sedangkan Supriatna menjatuhkan pilihannya kepada Spanyol.

Perbedaan dukungan itu pun akan mewarnai nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang digelar di Rumah Jabatan (RJ) Bupati Buleleng. Bupati Sutjidra ditemui Jumat (17/7), mengatakan, Argentina tetap menjadi tim favoritnya karena memiliki permainan yang rapi dan konsisten. Selain kualitas kolektif tim, kehadiran Lionel Messi dinilainya masih menjadi motor serangan Albiceleste.

“Permainannya dari dulu memang bagus. Selain Messi, umpan-umpannya akurat. Messi menjadi inspirator serangan Argentina,” ujarnya.

Baca juga:  Awal April, Bupati PAS akan Lakukan Mutasi Jabatan

Meski menjagokan Argentina, Sutjidra mengakui Spanyol juga memiliki kekuatan yang merata. Menurutnya, laga final akan berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim terbaik di turnamen. Ia juga memprediksi, skor keduanya akan bersaing ketat.

“Ini tim terbaik dunia. Kalah menangnya pasti tipis. Prediksi saya paling 1-0 atau 2-1. Semua tergantung siapa yang mampu memanfaatkan peluang,” katanya.

Ia juga menilai pemain muda Spanyol, Lamine Yamal, patut diwaspadai. Namun, Sutjidra tetap optimistis Argentina mampu membawa pulang gelar juara.

Berbeda dengan Bupati, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna justru menjagokan Spanyol. Dengan gaya santai, Spanyol memiliki karakter permainan yang kuat dan konsisten. Saat ditanya pemain favoritnya, Supriatna menyebut nama Lamine Yamal. Candaan pun sempat terlontar ketika ia menyebut “Yamal Mirdad”, yang langsung disambut gelak tawa. “Untuk final Piala Dunia tahun ini saya pegang tim Spanyol. Prediksi saya menang 2-1,” ujarnya.

Baca juga:  Uzbekistan vs Kolombia, Ini Susunan Pemainnya

Selain berbeda jagoan, keduanya sama-sama mengajak masyarakat menyaksikan laga final melalui nobar di Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Masyarakat nantinya dapat menikmati tayangan melalui videotron dengan kualitas maksimal. Selain itu, Pemkab Buleleng juga menyiapkan ratusan porsi nasi jinggo beserta rebusan untuk penonton.

“Kita tetap di RJ saja. Kalau dibuat di tempat lain nanti konsentrasi masyarakat terpecah. Di sini tayangannya lebih bagus dengan videotron,” jelasnya.

Baca juga:  Musim Hujan Tiba, Hati-hati Terjangkit 4 Penyakit Ini

Area rumah jabatan bupati diperkirakan mampu menampung sekitar 700 hingga 800 penonton. Bahkan, jika memanfaatkan area di sisi kanan dan kiri lokasi, kapasitasnya dapat mencapai lebih dari seribu orang. Sebelum pertandingan dimulai, masyarakat juga akan dihibur penampilan musisi lokal Buleleng.

“Siapa pun yang ingin tampil kami persilakan. Jadi masyarakat yang datang lebih awal tidak hanya menunggu pertandingan, tetapi juga menikmati hiburan dari musisi Buleleng,” ujarnya.

Ia berharap nobar final Piala Dunia tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat Buleleng.

“Yang terpenting kebersamaan. Mari kita ramaikan nobar dan menikmati pertandingan dua tim terbaik dunia bersama-sama,” tandasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN