Cody Gakpo (kanan) merayakan gol bersama rekan setimnya saat timnas Belanda menang 2-1 atas Uzbekistan di Icahn Stadium pada Senin (8/6). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Laga sarat gengsi akan tersaji saat Belanda menghadapi Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Sabtu (20/6) pukul 24.00 WIB. Meski lebih diunggulkan, Oranje tak ingin menjadi korban kejutan tim kuda hitam yang tengah berada dalam kepercayaan diri tinggi usai pesta gol pada laga pembuka.

Pertemuan dua tim Eropa ini diprediksi berlangsung sengit karena sama-sama mengandalkan kecepatan serangan dari sektor sayap. Belanda dan Swedia menunjukkan pola permainan yang hampir serupa dalam pertandingan pertama mereka.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Swedia membuka kampanye Piala Dunia dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Tunisia, sementara Belanda harus puas berbagi angka setelah ditahan Jepang 2-2 dalam laga yang berlangsung dramatis.

Data pertandingan menunjukkan betapa berbahayanya kedua tim dari sisi lapangan. Swedia melakukan 48 penetrasi melalui sektor sayap atau sekitar 86 persen dari total serangan mereka. Belanda bahkan mencatatkan 53 serangan dari area yang sama, setara 84 persen dari seluruh tusukan ke wilayah pertahanan lawan.

Baca juga:  Serah Terima Tinggal 4 Hari, Proyek Stadion Amlapura Belum 100 Persen

Perbedaannya, Belanda lebih seimbang dalam memanfaatkan kedua sisi lapangan, sedangkan Swedia cenderung lebih aktif menyerang dari sisi kanan. Kondisi ini bisa menjadi celah yang coba dieksploitasi pelatih Ronald Koeman.

Denzel Dumfries dan Crysencio Summerville diperkirakan menjadi senjata utama Oranje untuk membongkar pertahanan lawan dari sisi kanan. Dukungan Ryan Gravenberch yang tampil impresif saat menghadapi Jepang juga diyakini menjadi kunci dalam membangun kreativitas serangan.

Tak hanya perang taktik di sektor sayap, laga ini juga akan menjadi ajang adu ketajaman para penyerang. Swedia memiliki duet mematikan Alexander Isak dan Viktor Gyokeres yang tampil luar biasa saat membungkam Tunisia.

Keduanya bukan hanya mencetak gol, tetapi juga saling memberikan assist, menunjukkan chemistry yang semakin matang di lini depan tim asuhan Graham Potter. Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan membaca ruang membuat duet tersebut menjadi ancaman serius bagi pertahanan Belanda.

Baca juga:  Selama Piala Dunia, Total Waktu Tonton di MAXstream Capai 2 Miliar Menit

Di kubu Oranje, Cody Gakpo, Donyell Malen, dan Crysencio Summerville siap menjadi ujung tombak perburuan gol. Kreativitas lini tengah yang dipimpin Frenkie de Jong dan Ryan Gravenberch menjadi harapan besar Belanda untuk membongkar pertahanan rapat Swedia.

Namun Koeman mendapat pelajaran berharga saat melawan Jepang. Keputusan mengubah pendekatan dari menyerang ke bertahan setelah unggul 2-1 justru menjadi bumerang. Jepang memanfaatkan perubahan tersebut untuk menyamakan kedudukan dan menggagalkan kemenangan Belanda.

Kesalahan serupa bisa sangat berbahaya jika kembali terjadi. Graham Potter dikenal piawai membaca situasi pertandingan dan siap memanfaatkan setiap celah untuk membawa Swedia mengamankan tiket ke fase gugur lebih cepat.

Meski memiliki rekor dan pengalaman Piala Dunia yang lebih mentereng, Belanda tak boleh terlena. Oranje memang tak pernah gagal lolos dari fase grup dalam seluruh penampilannya di putaran final Piala Dunia, tetapi Swedia juga memiliki tradisi kuat dengan selalu melewati fase grup dalam empat partisipasi terakhir mereka.

Baca juga:  PSSI Umumkan Nama Pelatih Timnas

Secara kualitas dan perjalanan menuju Piala Dunia 2026, Belanda memang lebih meyakinkan setelah lolos sebagai juara grup kualifikasi tanpa terkalahkan. Sebaliknya, Swedia harus melalui jalur playoff untuk memastikan tiket ke Amerika Utara.

Namun kemenangan telak atas Tunisia menjadi bukti bahwa The Blue-Yellow datang bukan sekadar pelengkap. Dengan Isak dan Gyokeres yang sedang panas, Swedia siap menghukum setiap kesalahan Belanda.

Pertandingan ini bukan hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga pertarungan untuk menguasai Grup F. Belanda ingin membuktikan status favoritnya, sementara Swedia bertekad mengubah label underdog menjadi penantang serius menuju babak gugur. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN