Pemain Timnas Indonesia Jay Noah Idzes (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Arab Saudi Hassan Al Tambakti (kedua kiri) pada pertandingan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Rabu (8/10). (BP/istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Timnas Indonesia akan menjalani laga penentuan melawan Irak pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan ini menjadi partai hidup mati bagi skuad Garuda yang masih berpeluang melangkah ke putaran final.

Perjalanan Indonesia sejauh ini patut diapresiasi. Rizky Ridho dan kawan-kawan menjadi satu-satunya tim di babak keempat yang memulai petualangan sejak babak pertama. Dari tim berperingkat terendah, kini Indonesia mampu bersaing dengan raksasa Asia seperti Jepang, Australia, dan Arab Saudi.

Baca juga:  Puluhan Petugas Meninggal Dunia pada Pilkada 2024

Meski baru saja kalah 2–3 dari Arab Saudi, performa Garuda menunjukkan peningkatan signifikan. Anak asuh Patrick Kluivert sempat menahan tekanan dan menunjukkan kualitas permainan yang setara dengan lawannya.

Kini, fokus tertuju pada Irak, tim yang dua kali mengalahkan Indonesia pada putaran kedua.

Namun, Irak bukan lawan yang tak bisa ditaklukkan. Tim asal Timur Tengah itu pernah kalah dari Bahrain dan Arab Saudi, dua tim yang justru pernah dikalahkan Indonesia.

Baca juga:  Tamu DPR Wajib Tunjukan Hasil Tes Antigen Negatif

Kluivert diharapkan kembali menerapkan formasi tiga bek tengah yang sebelumnya sukses membawa Indonesia menang atas Bahrain, China, dan Arab Saudi.
Dengan kehadiran pemain-pemain kunci seperti Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk, kekuatan Indonesia kini jauh lebih solid dibanding pertemuan sebelumnya dengan Irak.

Kemenangan menjadi harga mati agar peluang lolos ke Piala Dunia tetap terbuka. Jika Indonesia menang dan hasil laga lain mendukung, peluang lolos otomatis masih ada.

Baca juga:  Sambut Perayaan Waisak 2024, IDM Siapkan Candi Borobudur

Namun hasil imbang pun bisa menjaga asa menuju babak playoff antarbenua. Apapun skenarionya, Garuda harus tampil habis-habisan.

Indonesia sudah terlalu jauh melangkah untuk berhenti di sini. Saatnya membalas kekalahan, menuntaskan perjuangan, dan menjaga mimpi menuju Piala Dunia 2026 tetap hidup. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN