
SINGASANA, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan mulai melaksanakan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat basis data ekonomi daerah yang nantinya digunakan sebagai acuan penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
Pelaksanaan sensus ditandai dengan pendataan perdana terhadap Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (11/6). Pendataan tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pencacahan lapangan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.
Sensus Ekonomi 2026 bertujuan, memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dihimpun akan menjadi sumber informasi penting untuk memetakan potensi ekonomi daerah, perkembangan dunia usaha, serta berbagai tantangan yang dihadapi pelaku ekonomi.
Bupati Sanjaya mengatakan data yang akurat menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses perencanaan pembangunan. Tanpa didukung data yang valid, kebijakan yang disusun berpotensi tidak tepat sasaran. Karena itu, hasil sensus diharapkan mampu menghadirkan basis data ekonomi yang benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, keberadaan basis data ekonomi yang lengkap akan membantu pemerintah dalam menentukan arah pembangunan daerah, mulai dari sektor usaha, investasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Data yang akurat menjadi fondasi dalam mengambil kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, BPS Tabanan berharap seluruh masyarakat dan pelaku usaha dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan menerima petugas serta memberikan informasi yang sesuai kondisi sebenarnya. Partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghasilkan data yang berkualitas.
Dukungan Bupati sebagai responden pertama diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya sensus ekonomi. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, basis data ekonomi daerah yang akurat dan mutakhir dapat terwujud.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah tidak hanya memperoleh data statistik, tetapi juga potret menyeluruh perekonomian daerah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan program pembangunan dan pengambilan keputusan pada masa mendatang. (Dewi Puspawati/balipost)










