Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Buleleng, Rusdianto (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng mulai melakukan pendataan ulang penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Pendataan dilakukan untuk menyesuaikan jumlah siswa baru di setiap jenjang pendidikan sekaligus memastikan distribusi makanan sesuai dengan jumlah penerima yang riil di masing-masing sekolah.

Koordinator Wilayah BGN Buleleng, Rusdianto yang dikonfirmasi, Senin (6/7), mengatakan bahwa proses pendataan telah dilakukan oleh masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan berkoordinasi langsung ke sekolah-sekolah. Menurutnya, hingga saat ini jumlah calon penerima manfaat masih bersifat fluktuatif. Kondisi tersebut dipengaruhi masih berlangsungnya proses penerimaan peserta didik baru, khususnya di sekolah swasta yang hingga kini masih membuka pendaftaran.

Baca juga:  PPDB SMP 2023/2024 di Denpasar Dimulai Hari Ini

“Kalau sekolah negeri kan sudah selesai masa penerimaan siswa barunya. Namun sekolah swasta masih ada yang menerima siswa, sehingga jumlah penerima manfaat masih terus menyesuaikan, terutama untuk siswa baru kelas I SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA,” jelasnya.

Rusdianto mengatakan, meski tahun ajaran baru dijadwalkan dimulai pada 13 Juli mendatang, pihaknya tetap akan melakukan pembaruan data secara intensif bersama sekolah. Langkah tersebut dilakukan agar jumlah makanan yang disiapkan di setiap SPPG benar-benar sesuai dengan jumlah siswa yang menerima manfaat.

Ia menegaskan, sekolah menjadi sumber data utama dalam penetapan jumlah penerima. Setiap ada perubahan data peserta didik, sekolah diminta segera menyampaikan kepada SPPG agar distribusi MBG tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan.

Baca juga:  Anaknya Diduga Kuasai Belasan Dapur MBG, Ini Bantahan Anggota DPRD NTB

“Kami harus memastikan data yang digunakan benar-benar riil. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan sekolah. Berapa jumlah siswa yang benar-benar menerima, itulah yang menjadi dasar penyiapan makanan di SPPG,” katanya.

Terkait beredarnya informasi mengenai kemungkinan siswa SMA tidak lagi menjadi penerima program MBG, Rusdianto mengaku hingga kini belum menerima kebijakan resmi dari pemerintah pusat. Menurutnya, yang ada saat ini baru sebatas pembahasan mengenai penyesuaian sasaran penerima manfaat di tingkat SMA.

Ia menjelaskan, sementara ini seluruh siswa SMA masih tetap didata sebagai calon penerima MBG. Jika nantinya terdapat perubahan kebijakan, pelaksanaannya akan mengikuti petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional.

Baca juga:  Mulai Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Bangli Tidak Boleh Lagi Double Shift

“Untuk sementara, siswa SMA masih tetap menerima. Memang ada pembahasan mengenai efisiensi atau kemungkinan penyesuaian sasaran, apakah nanti menggunakan kategori tertentu seperti desil atau kriteria lainnya. Tetapi sampai sekarang belum ada keputusan resmi,” ujarnya.

Rusdianto menambahkan, apabila nantinya kebijakan tersebut diterapkan, penyesuaian hanya terjadi di jenjang SMA/SMK sederajat. Sementara, untuk siswa SD dan SMP, hingga kini program MBG masih diberikan secara menyeluruh sesuai dengan data penerima di masing-masing sekolah.

“Kalau sekarang kami masih mendata seluruh siswa SMA. Misalnya ada 300 siswa, ya semuanya tetap didata. Nanti kalau ada perubahan kebijakan dari pusat, baru dilakukan penyesuaian,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN