
BANGLI, BALIPOST.com – Mulai tahun ajaran baru mendatang, sekolah di Kabupaten Bangli tidak diperbolehkan lagi menerapkan sistem pembelajaran double shift. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah pusat yang menargetkan penghapusan pembelajaran double shift dalam tiga tahun ke depan.
Kabid Dikdas Disdikpora Bangli, Ida Bagus Mahaarta menjelaskan bahwa upaya penghapusan double shift ini dilakukan secara bertahap. Untuk angkatan baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, sekolah tidak dibolehkan lagi menambah rombongan belajar (rombel) yang melampaui kapasitas ruang kelas yang tersedia.
“Kita upayakan tidak ada lagi double shift untuk siswa baru. Bagi yang sudah berjalan, kita biarkan sampai mereka tamat. Pemerintah pusat memberi kita waktu tiga tahun,” ungkapnya Jumat (13/3).
Alasan utama penghapusan sistem ini menurutnya adalah faktor kualitas pendidikan dan kenyamanan. Menurutnya secara manusiawi, sistem dua shift cukup melelahkan bagi pihak sekolah, terutama kepala sekolah yang harus bertugas dari pagi hingga sore hari. “Di samping itu untuk kenyamanan anak-anak,” terangnya.
Disdikpora mengingatkan bahwa ada konsekuensi jika sekolah tetap memberlakukan double shift. Dapodik sekolah akan tidak valid. Sekolah harus menanggung sendiri biaya operasional siswa tambahan tersebut karena pusat tidak akan memberikan dana BOS. Siswa yang tidak masuk Dapodik juga dipastikan tidak akan mendapatkan ijazah saat lulus nanti.
Kasi Kurikulum Disdikpora Bangli, I Nyoman Darmawan menambahkan sekolah yang saat ini masih menjalankan double shift yakni SMPN 6 kintamani. Sekolah yang berlokasi di Desa Bayunggede, itu menjalankan dua shift karena wilayah pendukungnya luas.
Disdikpora mengupayakan sebagian wilayah pendukung SMP 6 Kintamani nantinya dialihkan ke SMP 1 dan SMP 3 Kintamani guna memeratakan jumlah siswa.
“Instruksi dari pusat dimaksimalkan tiga tahun ke depan tidak ada lagi sekolah memberlakukan double shift. Jadi kalau mulai sekarang kita cut, maka dalam tiga tahun sudah beres semuanya (tidak ada lagi double shift),” tegasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










