
DENPASAR, BALIPOST.com – Cakupan perekaman KTP elektronik atau KTP-el di Denpasar terus diperluas. Salah satunya dengan menggelar jemput bola. Selain menyasar desa/kelurahan, jemput bola perekaman KTP-el juga dilakukan di sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, I Dewa Gde Juli Artabrata saat diwawancarai, Sabtu (9/5), mengatakan, perekaman KTP-el ke sekolah-sekolah menyasar siswa dari umur 16 tahun. “Dengan begitu, jika usianya menginjak 17 tahun, hanya tinggal melakukan pencetakan,” katanya.
Selain perekaman, jemput bola ke sekolah juga meliputi aktivasi identitas kependudukan digital (IKD). Salah satu sekolah yang disasar yakni SMKN 1 Denpasar yang berlangsung pada 7 dan 8 Mei 2026. Dalam dua hari pelaksanaan perekaman, sebanyak 145 siswa disasar baik yang berusia 16 maupun 17 tahun. Siswa berusia 16 tahun berjumlah 141 orang, sisanya 4 orang berusia 17 tahun.
Selain itu, ada pula yang melakukan cetak revisi 2 orang, rekam cetak 2 orang, dan PRR 1 orang. Sedangkan untuk yang melakukan aktivasi IKD sebanyak 78 orang. “Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam melakukan perekaman KTP-el tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan sehingga proses menjadi lebih praktis dan efisien,” katanya.
Dewa Juli mengatakan, metode jemput bola ini sangat efektif, tak hanya untuk siswa, juga bagi masyarakat yang kesulitan mengurus dokumen administrasi kependudukan (adminduk). “Prosesnya dilakukan langsung di lokasi, dengan tetap memenuhi persyaratan yang diperlukan,” katanya.
Terkait warga yang belum melakukan perekaman, Dewa Juli menduga, kebanyakan yang belum melakukan perekaman adalah lansia, disabilitas, dan ODGJ. “Karena kalau usia masih muda misal 17 tahun mereka memerlukan banyak hal dan dokumen sehingga pasti akan melakukan perekaman,” ungkapnya.
Pihaknya pun meminta kepada keluarga yang anggota keluarganya lansia, ODGJ, dan disabilitasz serta belum melakukan perekaman untuk melapor ke Disdukcapil Denpasar atau melalui kadus/kaling. Nantinya, pihaknya akan melakukan jemput bola langsung ke rumah untuk melakukan perekaman.
“Harapan kami semua masyarakat memiliki identitas, biar tidak saat pengurusan BPJS karena sakit opname baru dimohonkan. Kami akan layani ke rumah kalau memang tidak bisa datang,” paparnya. (Widiastuti/balipost)










