
DENPASAR, BALIPOST.com – Sekolah negeri dan swasta di Denpasar didorong untuk memiliki teba modern. Hal tersebut agar penanganan sampah organik bisa dilakukan dengan maksimal. Selain itu, komposter bag juga telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, A.A. Gede Wiratama saat diwawancarai, Rabu (15/4).
“Di sekolah sudah ada teba modern, juga ada komposter bag, sehingga masalah sampah organik bisa terselesaikan,” paparnya.
Pembuatan teba modern di sekolah dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, kolaborasi ini berasal dari anggaran Disdikpora, DLHK Denpasar, yayasan, dana bos, hingga CSR. Dengan begitu pembuatan teba modern ini bisa terealisasi dengan baik.
Menurutnya saat ini banyak sekolah yang sudah memiliki teba modern. “Sekarang kami juga sedang membuat teba modern dengan anggaran Dikpora. Kurang lebih sekitar 200 unit,” papar Wiratama.
Pihaknya juga menyebut, sampah organik dikelola di sekolah untuk kompos dengan memanfaatkan komposter bag maupun teba modern. Sedangkan sampah yang keluar dari sekolah hanya sampah residu. Sementara untuk pengelolaan sampah anorganik dikerjasamakan dengan bank sampah. Selain itu, pihaknya juga mengimbau kantin sekolah agar tidak menjual makanan dengan kemasan plastik. Kami imbau agar kantin sekolah kalau bisa agar tidak lagi menjual kemasan plastik. Hal itu dilakukan untuk mengurangi produksi sampah plastik di sekolah, paparnya.
Pantauan di SMP 3 Denpasar yang mana pengadaan teba modern disekolah ini memiliki enam teba yang didapat melalui bantuan dari DLHK Kota Denpasar. Sementara sampah organik telah dapat ditangani oleh sekolah ini dengan memasukan ke teba modern tersebut. (Widiastuti/balipost)










