Kegiatan MPLS di SDN 1 Sukawana (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Selama beberapa tahun terakhir secara berturut-turut, SDN 1 Sukawana di Kintamani tidak mampu mendapatkan lebih dari 10 orang murid baru pada setiap tahun ajaran baru. Pada tahun ajaran 2026/2027 ini sekolah yang berlokasi di Banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana ini hanya berhasil menjaring 6 orang murid baru.

Kepala SDN 1 Sukawana, I Gusti Made Astawa mengungkapkan, dua tahun lalu sekolahnya hanya mendapat 4 murid baru. Pada tahun berikutnya jumlahnya naik menjadi 7 orang. Kemudian pada tahun ini jumlah murid baru di sekolahnya kembali turun menjadi 6 orang. Meski jumlah murid baru minim, dia memastikan kegiatan MPLS di SDN 1 Sukawana tetap berjalan. “MPLS tetap jalan. Dari kemarin sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Baca juga:  Memudahkan Akses Dunia Pendidikan

Selain krisis murid, SDN 1 Sukawana juga kekurangan guru. Gusti Astawa menyebutkan saat ini pihaknya hanya memiliki lima guru kelas, terdiri atas tiga ASN dan dua guru honorer. Idealnya setiap kelas memiliki satu guru. Selain guru kelas, terdapat dua guru lainnya yang mengajar Agama Hindu dan PJOK.

Minimnya jumlah guru diakuinya menjadi rendahnya minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. “Bagaimanapun, dengan tenaga pendidik yang minim tidak bisa meningkatkan kualitas sesuai harapan orang tua,” ujarnya.

Baca juga:  Ribuan "Emak-emak" Dukung Koster-Giri

Terkait persoalan kekurangan guru ini, Astawa mengaku pihaknya sudah menyampaikannya ke kepada pemerintah desa dan Dinas Pendidikan. Pihaknya sangat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dengan menambah tenaga guru di sekolahnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN