Kepala Disdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana. (BP/Par)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung tancap gas mempercepat renovasi dan pembangunan ulang puluhan sekolah dasar. Langkah ini diambil untuk menjawab lonjakan jumlah siswa sekaligus memastikan penerapan sistem pembelajaran satu shif berjalan optimal.

Melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora), sebanyak 30 Sekolah Dasar (SD) kini tengah dibenahi dengan konsep pembangunan baru yang lebih adaptif. Fokus utamanya adalah menambah kapasitas ruang belajar melalui pembangunan gedung bertingkat.

Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Gusti Made Dwipayana, Minggu (5/7), menegaskan bahwa keterbatasan lahan menjadi alasan utama perubahan konsep pembangunan sekolah. “Beberapa sekolah memang kami bongkar total karena lahannya sudah tidak memungkinkan diperluas. Solusinya adalah membangun gedung bertingkat agar daya tampung siswa bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Baca juga:  Amankan Libur Sekolah dan Umanis Galungan, Polisi Perketat Pengawasan Pantai di Badung

Salah satu proyek strategis yang kini berjalan adalah renovasi total SD Negeri 1 Kerobokan. Sekolah ini akan disulap menjadi bangunan tiga lantai dengan total 14 ruang kelas guna menampung tingginya jumlah peserta didik di kawasan tersebut.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan skema relokasi sementara. Siswa dipindahkan ke sekolah lain, termasuk memanfaatkan ruang di SMP maupun SD terdekat. Sebagian siswa juga menjalani pembelajaran pada siang hari sebagai solusi sementara.

Baca juga:  Sidang Dugaan Gratifikasi Mantan Kejari Buleleng, Manfaatkan Sekolah dan Kades Bermasalah

Dwipayana memastikan kebijakan tersebut telah mendapat persetujuan dari pemerintah pusat karena sifatnya hanya sementara selama pembangunan berlangsung. “Target kami semua proyek selesai pada Desember 2026. Setelah itu seluruh siswa kembali belajar secara normal dengan sistem masuk pagi,” katanya.

Selain SD Negeri 1 Kerobokan, pola pembangunan serupa juga diterapkan di SD Negeri 5 Kuta. Jika sebelumnya pembangunan dilakukan bertahap, kini seluruh bangunan dikerjakan secara menyeluruh dengan relokasi sementara siswa.

Baca juga:  LPAI Kritisi Sistem Pondok Pesantren Yang Tertutup

Pemkab Badung optimistis proyek renovasi 30 sekolah ini dapat rampung tepat waktu. Program ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, aman, dan nyaman.

Lebih dari itu, pembangunan sekolah bertingkat menjadi solusi jangka panjang dalam menjawab kebutuhan ruang kelas akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat di Kabupaten Badung. (Parwata/balipost)

BAGIKAN