Pendataan sensus perdana di rumah jabatan Bupati Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Sebanyak 439 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi diterjunkan ke seluruh wilayah Kabupaten Tabanan untuk mendata 157.000 kepala keluarga (KK) dan 56.000 unit usaha. Data yang dihimpun diharapkan menjadi pijakan penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Terkait dengan sensus, Kepala BPS Tabanan, Ni Putu Minarni, menegaskan seluruh petugas telah dipersiapkan secara matang sebelum turun ke lapangan. Pelaksanaan pendataan ekonomi di Kabupaten Tabanan sendiri berlangsung mulai 8 Juni hingga 31 Agustus 2026.

“Kami sudah melatih dan menyiapkan 439 petugas untuk mencapai target pendataan 157.000 KK dan 56.000 unit usaha,” ujarnya.

Baca juga:  Sarana Upakara Diminta Tak Dimasukkan Sebagai Faktor Inflasi

Minarni mengimbau, masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam menyukseskan sensus melalui prinsip TIR, yakni Terima petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia Terjaga. Menurutnya, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Partisipasi masyarakat menjadi pondasi penting bagi perencanaan pembangunan daerah bersama seluruh stakeholder, yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kendala di lapangan, BPS telah menyiapkan sejumlah strategi. Jika terdapat warga yang menolak didata, pendekatan dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan, desa dan kepala wilayah. Selain itu, petugas sensus direkrut dari masing-masing desa sehingga lebih mudah dikenali masyarakat.

Baca juga:  KBA Perkenalkan Mesin Tempel Yamaha F250H di Bali

“Petugas kami juga dilengkapi atribut dan kartu pengenal resmi yang sudah disosialisasikan di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Bagi warga yang tidak berada di rumah saat pendataan, jadwal akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Untuk petani, misalnya, pendataan dilakukan pada sore hari dan telah dikoordinasikan dengan banjar maupun pemerintah desa.

Minarni berharap target pendataan tidak hanya tercapai dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas data yang dihasilkan. “Semoga seluruh sasaran terpenuhi dengan data yang akurat,” harapnya.

Pemerintah daerah pun mengajak seluruh masyarakat menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar agar hasil sensus benar-benar mampu menjadi fondasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Baca juga:  Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu Berikan Apresiasi kepada Petugas Pendukung HUT ke-386 Kota Amlapura

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan statistik nasional yang sangat strategis untuk memperoleh gambaran utuh kondisi perekonomian hingga tingkat daerah.

Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari perencanaan investasi, pengembangan usaha, penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Bagi Kabupaten Tabanan, data ekonomi yang lengkap, akurat, presisi, dan mutakhir merupakan instrumen penting dalam mendukung langkah-langkah strategis pembangunan daerah. Dengan data yang valid, program pembangunan dapat dilaksanakan secara lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran,” ujar Sanjaya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN