Kepala BPS Kabupaten Karangasem, I Ketut Mondai The End. (BP/Nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) di Kabupaten Karangasem telah menjalankan sensus ekonomi 2026. Sampai saat ini, progres dari sensus tersebut telah mencapai 68,91 persen.

Kepala BPS Kabupaten Karangasem, I Ketut Mondai The And mengungkapkan, untuk melakukan sensus ekonomi tersebut pihaknya mengerahkan sebanyak 515 orang petugas yang tersebar di delapan Kecamatan. Sensus tersebut telah dilaksanakan sejak pertengahan bulan Juni lalu dan pada akhir Agustus 2026 sudah harus rampung.

“Sensus ekonomi tahun ini kami mendata sebanyak 196.866 usaha dan keluarga di Karangasem. Dan sampai saat ini, progres dari sensus tersebut telah mencapai 68,91 persen, mengingat prosesnya masih panjang, kalau tidak ada halangan yang akhir tahun ini datanya baru bisa publish,” ucapnya.

Baca juga:  Pendistribusian Bantuan COVID-19 Diminta Transparan dan Tepat Sasaran

Mondai mengatakan, dalam melaksanaan kegiatan sensus ekonomi ke lapangan, petugas menemukan sejumlah kendala. Seperti jarak rumah yang ada di pelosok sehingga harus dijangkau dengan berjalan kaki cukup jauh. Namun petugas tetap mendatangi yang bersangkutan untuk mendapatkan data valid.

“Selain itu, ada juga beberapa masyarakat yang menolak kedatangan petugas saat hendak melakukan sensus dengan beberapa alasan. Kemungkinan hal tersebut karena kurangnya pemahaman dari masyarakat terkait kegiatan sensus ekonomi tersebut,” katanya.

Baca juga:  Digitalisasi Jadi Peluang Emas bagi Pengusaha UMi

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) mengatakan bahwa keberhasilan sensus ekonomi bukanlah tanggung jawab BPS semata namun menjadi tanggung jawab bersama. Karena tidak ada pembangunan yang tepat sasaran tanpa ada data yang berkualitas dan tidak ada data yang berkualitas tanpa kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami harap pelaksanaan sensus ekonomi ini berjalan dengan lancar dan data yang didapat akurat sesuai dengan kondisi di lapangan. Sensus ekonomi memiliki makna yang sangat penting bagi pembangunan Karangasem. Untuk itu, kami harap seluruh pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, Camat, Kepala Desa dan Lurah untuk ikut melakukan sosialisasi ke masyarakat,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  Harga Gabah Di Atas HPP, Bulog Tak Mampu Serap Optimal Hasil Panen
BAGIKAN