
AMLAPURA, BALIPOST.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027 telah usai dilaksanakan. Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, tercatat ada 13 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Bumi Lahar yang memperoleh atau mendapatkan siswa baru di bawah lima orang.
Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikpora Karangasem, I Made Adriana Putra mengungkapkan, kalau berdasarkan laporan dari seluruh sekolah setelah MPLS selesai dilaksanakan. Dari 357 SD yang ada ternyata ada 13 SD yang dapat siswa di bawah lima orang bahkan 2 SD tidak dapat siswa sama sekali. “Ada 13 SD Negeri yang siswanya di bawah lima orang yang tersebar di beberapa Kecamatan,” ujarnya.
Ardiana mengatakan, 13 SD tersebut, diantaranya; SDN 1 Nongan (4 orang), SDN 10 Karangasem (4 orang), SDN 2 labasari (2 orang), SDN 2 Pertima (4 orang), SDN 3 Abang (4 orang), SDN 3 Bukit (2 orang), SDN 3 Tumbu (2 orang), SDN 4 Datah (4 orang), SDN 2 Ulakan (3 orang), SDN 5 Manggis (3 orang), SDN 7 Gegelang (3 orang) dan SD tidak dapat siswa sama sekali, yaitu; SDN 6 Bhuana Giri dan SDN 3 Wismakerta.
“Faktor utama belasan sekolah tersebut dapat siswa sedikit karena jumlah anak usia sekolah di sekitar lokasi jumlahnya sedikit. Karena banyak masyarakat yang berusia produktif bekerja keluar daerah dan menetap di sana, serta ada juga karena faktor sekolah tersebut berdekatan dengan sekolah lain yang lebih terjangkau,” katanya.
Dia menjelaskan, meskipun belasan sekolah tersebut hanya mendapatkan siswa 2-4 orang saja, namun proses MPLS tetap berjalan seperti sekolah lainnya yang mendapatkan siswa lebih banyak. Karena meskipun jumlahnya sedikit, siswa tersebut wajib dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru dan kakak kelasnya.
“Gru wali kelas juga wajib membuat agar anak tersebut bahagia dan merasa nyaman bersekolah. Dan untuk proses belajar-mengajarnya nanti pun juga sama akan dilaksanakan dengan normal. Karena pendidikan dasar wajib kita penuhi sesuai standar pembelajaran yang ada,” jelas Adriana. (Eka Parananda/balipost)










