Ilustrasi. (BP/Dokumen)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem merancang rencana pinjaman daerah sebesar Rp100 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Peminjaman dana ratusan miliar tersebut dilakukan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Bappeda Karangasem, I Gusti Bagus Widiantara, membenarkan terkait dorongan pihak legislatif untuk membuat perda sebagai landasan dalam pengajuan pinjaman tersebut.

Menurutnya, sebenarnya saat ini tidak ada ketentuan yang mengharuskan untuk membuat perda dalam proses pinjaman daerah ini. Karena berbeda dengan pinjaman yang sempat dilakukan pemerintah Karangasem sebelumnya, dimana saat itu terdapat regulasi yang mengharuskan untuk membuat perda.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Waspada Potensi Bencana Alam

“Tidak ada ketentuan yang mengharuskan untuk membuat perda. Namun, kalau memang disepakati untuk membuat, maka kami di eksekutif akan menyiapkan rancangannya. Tetapi karena waktu yang sudah mepet, tentu dengan catatan agar dikawal bersama dan bisa dikebut proses pembahasannya,” ujarnya.

Bagus Widiantara mengatakan, kalau terkait pinjaman tersebut, rencananya direalisasikan pada tahun 2027. Saat ini masih dalam tahap pembahasan. Untuk nilainya diangka Rp100 miliar. Jumlah ini merupakan hasil pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

Baca juga:  Okupansi Hotel di Karangasem Capai 65 Persen

“Dari rencana pinjaman Rp100 miliar tersebut, sekitar Rp 20 miliar diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kemudian sekitar Rp. 30 miliar diarahkan untuk peningkatan sarana dan prasarana RSUD Karangasem. Sementara Rp. 50 miliar lainnya direncanakan untuk pembangunan maupun perbaikan jalan yang tersebar di delapan kecamatan,” katanya.

Menurut, Widiantara, anggaran untuk sektor jalan nantinya akan diarahkan pada ruas-ruas yang kondisinya rusak dan membutuhkan penanganan segera. Termasuk sejumlah akses yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi, seperti kawasan pariwisata maupun akses menuju kawasan galian C.

Baca juga:  Debut Sukses, Karangasem Travel Mart Tembus Transaksi Rp 2,5 Miliar

“Yang penting jalan-jalan yang memang kondisinya rusak dan harus diperbaiki. Ini juga berdampak terhadap ekonomi, serta pariwisata,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN