Meteran air PDAM di wilayah Kuta Selatan dicuri, bahkan pelaku mengambil lima unit sekaligus. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Warga Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) resah karena kehilangan meteran PDAM yang terjadi secara masif. Bahkan, dari Januari hingga Mei 2026, ratusan meteran air PDAM dicuri dan peristiwa ini viral di media sosial (medsos).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Senin (8/6) saat dikonfirmasi telah menanyakan kasus tersebut ke Polsek Kuta Selatan. “Polsek Kuta Selatan mengakui telah memonitor peristiwa ini di medsos. Namun laporan resmi ke polsek belum ada,” ujarnya.

Baca juga:  Belasan WNA Terjaring Operasi Zebra di Kutsel

Sementara, informasi warga setempat menyebut kasus pencurian meteran air terus terjadi dan sampai saat pelakunya belum ditangkap. Kasus teranyar terjadi di Jalan Mundeh, Kutuh, Kutsel. Tiga unit meteran air raib digasak maling.

“Informasinya ada ratusan unit meteran air hilang. Kalau misalnya satu unit harganya sekitar Rp700 ribu, berapa kerugian ditanggung pelanggan. Begitu juga kalau kerugian ditanggung PDAM Badung (Perumda Air Minum Tirta Mangutama,” kata sumber.

Baca juga:  Air Bersih ke Badung Selatan Mengalir, Kursi Dirum PDAM Badung Dilelang

Untuk mengantisipasi terjadi kasus ini, pihak Perumda Air Minum Tirta Mangutama memasang alat pengaman. Diharapkan dipasangnya alat tersebut kasus pencurian meteran air bisa diminimalisir. “Agar lebih aman, kami harapkan pelakunya segera ditangkap. Kalau belum ditangkap pelakunya, warga Kuta Selatan terus resah,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN