
DENPASAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat inflasi sebesar 0,42 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Mei 2026. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum dibandingkan April 2026.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar mengatakan, inflasi tahun kalender atau Mei 2026 terhadap Desember 2025 tercatat sebesar 1,34 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (year on year/yoy) atau Mei 2026 terhadap Mei 2025 mencapai 2,99 persen.
Menurut Agus, pola inflasi Mei 2026 berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Pada Mei 2024 dan Mei 2025, Bali mengalami deflasi, sedangkan pada Mei tahun ini kembali terjadi inflasi.
“Kalau kita lihat dua tahun terakhir, bulan Mei mengalami deflasi. Tahun 2026 polanya relatif mirip dengan tahun 2023 meskipun angka inflasinya sedikit lebih tinggi,” ujarnya Selasa (2/6).
BPS mencatat berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 0,50 persen dan memberikan andil 0,17 persen terhadap inflasi Bali.
Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mencatat inflasi 1,04 persen dengan andil 0,10 persen. Selanjutnya kelompok transportasi mengalami inflasi 0,68 persen dan menyumbang 0,08 persen terhadap inflasi.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,55 persen dengan andil 0,07 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,57 persen dengan andil 0,03 persen.
Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 0,68 persen dan memberikan andil negatif sebesar 0,07 persen terhadap inflasi.
Berbicara secara komoditas, Agus Gede Hendrayana menjelaskan, beras menjadi penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2026 dengan tingkat inflasi 0,91 persen dan andil 0,04 persen terhadap inflasi Bali.
Komoditas lain yang turut mendorong inflasi yakni cabai rawit yang mengalami kenaikan harga 7,63 persen dengan andil 0,04 persen. Bahan bakar rumah tangga naik 2,07 persen dan memberi andil 0,04 persen.
Selain itu, minyak goreng mengalami inflasi 2,14 persen dengan andil 0,03 persen, cabai merah naik 11,70 persen dengan andil 0,03 persen, serta angkutan udara yang mengalami inflasi 8,61 persen dan menyumbang 0,03 persen terhadap inflasi bulanan. (Suardika/balipost)










