Wisatawan mancanegara (wisman) berjalan sambil melihat-lihat tempat makan yang ada di Pantai Sanur, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada Februari 2026 tercatat hampir mencapai 500 ribu orang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, total kunjungan wisman ke Bali pada Februari 2026 sebanyak 492.289 kunjungan atau turun tipis 1,97 persen dibandingkan Januari 2026.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan menjelaskan sebagian besar wisatawan datang melalui jalur udara. “Wisman yang melalui pintu masuk udara tercatat sebanyak 486.053 kunjungan, sementara melalui pintu masuk laut sebanyak 6.236 kunjungan,” ujarnya di Denpasar, Rabu (1/4).

Berdasarkan asal negara, wisatawan Australia masih mendominasi kunjungan ke Bali dengan 99.521 kunjungan. Disusul Tiongkok sebanyak 78.849 kunjungan, India 37.132 kunjungan, Korea Selatan 23.600 kunjungan, dan Rusia 20.564 kunjungan. Dari sepuluh besar negara asal wisman, Tiongkok mencatat peningkatan tertinggi sebesar 71,80 persen secara bulanan.

Baca juga:  Musim Kemarau, BKSDA akan Tambah MPA di Kintamani

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Bali pada periode Januari–Februari 2026 mencapai 994.494 kunjungan atau meningkat 1,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Australia tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 234.302 kunjungan, diikuti Tiongkok 99.751 kunjungan, India 73.448 kunjungan, Korea Selatan 60.430 kunjungan, Rusia 45.171 kunjungan, Inggris 39.703 kunjungan, dan Amerika Serikat 35.371 kunjungan.

Agus Hendrayana menyebutkan di sisi akomodasi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat sebesar 55,44 persen, turun 1,24 poin dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 56,67 persen. Penurunan terdalam terjadi pada hotel bintang satu sebesar 5,72 poin.

Baca juga:  Kasus Pembunuhan di Tukad Bilok, Ini Motif Dua WN India

Meski demikian, secara tahunan TPK hotel berbintang meningkat 3,82 poin dibandingkan Februari 2025, dengan kenaikan tertinggi pada hotel bintang lima sebesar 9,04 poin.

Sementara rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada Februari 2026 tercatat 2,73 malam, turun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 2,89 malam. Rata-rata lama menginap wisatawan asing tercatat 2,87 malam, lebih tinggi dibandingkan wisatawan domestik yang sebesar 2,43 malam.

“Untuk tingkat penghunian kamar gabungan hotel berbintang dan non-bintang di Bali tercatat sebesar 45,27 persen. Kabupaten Badung mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 55,62 persen, sedangkan terendah di Kabupaten Jembrana sebesar 21,95 persen,” ungkapnya.

Baca juga:  Dua Replika Alutsista Jadi Ikon Baru TMP di Tabanan 

Lebih lanjut Agus Hendrayana menjelaskan terdapat sejumlah peristiwa yang memengaruhi kondisi pariwisata Bali pada Februari 2026, di antaranya libur Hari Raya Imlek, banjir yang sempat terjadi di beberapa wilayah Bali, serta kunjungan kapal pesiar mewah di Pelabuhan Benoa.

Selain itu, kondisi geopolitik global juga turut berdampak terhadap penerbangan internasional.

“Di akhir Februari tercatat sekitar 15 penerbangan internasional ke Bali dibatalkan akibat konflik global, sehingga turut memengaruhi pergerakan wisatawan,” jelasnya.

BPS menilai meskipun terjadi penurunan bulanan, secara kumulatif kunjungan wisatawan ke Bali masih menunjukkan tren positif dan sektor pariwisata tetap terjaga. (Suardika/balipost)

BAGIKAN