
GIANYAR, BALIPOST.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar berupaya mengatasi persoalan kekurangan tenaga pendidik di wilayahnya. Agar proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu, serangkaian strategi jangka pendek mulai diterapkan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, Jumat (29/5) mengungkapkan pihak sekolah saat ini memaksimalkan peran tenaga pendidik yang ada sebagai solusi darurat demi menjaga keberlangsungan aktivitas akademis.
Mawa menjelaskan, ada dua langkah taktis yang saat ini dioptimalkan oleh pihak sekolah di lapangan. Khusus di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), guru yang ada diberdayakan untuk mengajar mata pelajaran lain yang masih berada dalam satu rumpun keilmuan.
Ia mencontohkan guru mata pelajaran matematika dapat didelegasikan untuk mengajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Mawa menambahkan konsekuensi dari kekurangan ini adalah adanya penambahan jam mengajar bagi guru yang aktif.
Berdasarkan regulasi, guru memang dapat dibebani hingga 40 jam mengajar per minggu. Namun, Dinas Pendidikan tetap mengontrol kebijakan ini agar beban kerja tidak terlalu maksimal demi menjaga kualitas dan mutu pembelajaran. (Wirnaya/balipost)










