
BANGLI, BALIPOST.com – Kondisi rumput di Alun-alun Bangli rusak usai rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli. Berdasarkan pantauan di lokasi, rumput di beberapa titik tampak botak dan berubah menjadi becek usai hujan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Putu Ganda Wijaya menyatakan bahwa pihaknya telah merencanakan perbaikan terhadap rumput di Alun-alun. Pihaknya mengalokasikan anggaran Rp 100 juta untuk perbaikan menyeluruh, termasuk ubin, toilet, food court serta fasilitas mainan anak-anak. “Perbaikannya rutin setiap tahun,” ujarnya, Minggu (24/5).
Menurutnya, kerusakan rumput utamanya disebabkan oleh tingginya aktivitas masyarakat di area tersebut. Mulai dari dijadikan arena bermain anak-anak, aktivitas permainan sepak bola, bulutangkis, hingga kegiatan olahraga siswa. Padahal, Putu Ganda menegaskan bahwa fungsi utama rumput di alun-alun tersebut adalah untuk estetika dan tempat bersantai, bukan sebagai lapangan olahraga. “Termasuk kemarin juga karena penjor harus di pasang di alun-alun, truk-truk kan otomatis masuk mengangkut penjornya,” ujarnya.
Pihaknya mengaku sudah sering memberikan imbauan dan memasaang peringatan larangan beraktivitas di atas rumput. Sayangnya, imbauan tersebut tidak berjalan efektif dan papan peringatan sering hilang.
Agar rumput dapat tumbuh dan pulih kembali, DLH Bangli berencana melakukan pembatasan terhadap wahana permainan anak-anak di area tersebut. Putu Ganda juga kembali mengimbau seluruh masyarakat agar ikut serta menjaga dan merawat fasilitas publik yang ada di Alun-alun Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)










