
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kondisi jalan penghubung antara Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng dengan Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, kini mengalami kerusakan cukup parah. Jalan yang menjadi akses utama masyarakat itu dipenuhi lubang di sejumlah titik sehingga dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan pengendara yang melintas.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng turun langsung meninjau lokasi di Banjar Dinas Tenaon, Desa Alasangker, Jumat (22/5). Ruas jalan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer itu tampak mengalami kerusakan di beberapa titik akibat faktor usia jalan serta tingginya curah hujan.
Kelian Desa Adat Banjar Tenaon, Wayan Wara mengatakan, jalan tersebut terakhir kali mendapat pengaspalan pada tahun 2013. Sejak saat itu, kondisi jalan terus mengalami penurunan hingga banyak titik berlubang yang membahayakan masyarakat pengguna jalan.
Menurutnya, warga tidak menuntut perbaikan menyeluruh dalam waktu dekat. Namun, masyarakat berharap pemerintah setidaknya segera melakukan penambalan pada titik-titik jalan yang rusak agar tidak semakin membahayakan pengendara.
“Sekarang sudah genap 13 tahun jalan ini belum diperbaiki lagi. Kami mohon supaya lubang-lubang yang ada segera ditutup karena masyarakat yang melintas di jalan ini banyak yang jatuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kerusakan jalan juga dipicu kondisi saluran drainase di sisi jalan yang kurang terawat. Saat musim hujan, air kerap meluap ke badan jalan sehingga mempercepat kerusakan aspal.
Pihaknya pun akan mengimbau masyarakat agar lebih peduli menjaga kebersihan saluran drainase dengan rutin membersihkan got di sepanjang jalan agar kerusakan tidak semakin parah.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Buleleng yang mengalami kerusakan. Dari total panjang jalan kabupaten di Buleleng, sekitar 300 kilometer di antaranya berada dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya melakukan peningkatan dan rehabilitasi jalan secara bertahap meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah.
“Kita memahami keluhan masyarakat. Jalan di Buleleng memang masih banyak yang perlu perbaikan. Karena itu, setiap tahun pemerintah tetap menganggarkan program peningkatan maupun rehabilitasi jalan,” katanya.
Untuk penanganan sementara, Pemkab Buleleng akan melakukan patching atau penambalan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang, termasuk ruas Alasangker– Silangjana. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu sambil menunggu perbaikan permanen.
Gede Supriatna juga menjelaskan, kenaikan harga aspal turut mempengaruhi proses perbaikan jalan tahun ini. Harga aspal yang sebelumnya berkisar Rp12 ribu per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp20 ribu per kilogram sehingga pemerintah harus melakukan penyesuaian anggaran dan perencanaan teknis.
Meski demikian, pihaknya memastikan penanganan jalan rusak tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dalam lima tahun ke depan. “Kami tetap serius menyelesaikan persoalan jalan rusak di Buleleng secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tegasnya. (Yuda/balipost)










