Sejumlah proyek peningkatan infrastruktur jalan tengah dikerjakan. (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) menggarap sejumlah proyek peningkatan infrastruktur jalan pada tahun ini. Saat ini, tercatat ada empat ruas jalan yang sudah masuk tahap pengerjaan di lapangan.

Empat ruas jalan yang tengah dikerjakan meliputi Leteng–Batih dengan anggaran sekitar Rp3 miliar, Sabang 1 sekitar Rp2 miliar, Penatahan–Juwuk Bali senilai Rp1,9 miliar serta Tabunan–Puun sebesar Rp1 miliar. Seluruh proyek tersebut dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Baca juga:  Bupati Gede Dana Dilantik Sebagai Ketum Pengprov KKI Bali Periode 2021-2025

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga Dinas PUPR Perkim Bangli, Dede Agusta Sastrayana Selasa (19/5) mengatakan seluruh paket pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada bulan Agustus mendatang. “Sesuai kontrak 9 Agustus harus selesai,” ujarnya.

Dikatakan bahwa selain empat paket jalan yang telah berjalan, masih ada sejumlah proyek infrastruktur jalan lainnya yang akan menyusul. Proyek-proyek tersebut saat ini masih dalam proses administrasi.

Baca juga:  Jika Anggaran Tak Cukup, Pilgub Bali Lebih Baik Ditunda

Seperti yang diketahui saat ini Jalan penghubung Banjar Penatahan dan Banjar Juwuk Bali, Desa Susut yang putus total, mulai digarap. Proyek perbaikan jalan tersebut ditargetkan rampung dalam 90 hari.

Kabid Bina Marga Dinas PUPRPerkim Bangli I Ketut Susila belum lama ini mengatakan proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor, CV Kalembo Ade Mautama dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar. Konstruksi yang dibangun meliputi pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan pemasangan box culvert. “Sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Baca juga:  Paving Jalan di Cupel Hancur Baru Dua Hari Selesai Digarap

Susila berharap proyek ini berjalan lancar agar akses transportasi warga segera kembali normal. “Astungkara bisa selesai cepat. Kami sudah tekankan kepada pihak rekanan agar tetap mengutamakan kualitas pengerjaan,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN