Semangat “Gerakan Merawat Pertiwi yang digelar dalam rangka HUT ke-53 PDI Perjuangan dan Bulan Bung Karno Tahun 2026, di kawasan Pantai Telaga Waja, Badung, Sabtu (23/5). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kegiatan menanam di kawasan Pantai Telaga Waja, Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dilaksanakan dalam rangka HUT ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabtu (23/5).

Aksi “Gerakan Merawat Pertiwi” yang juga digelar serangkaian Bulan Bung Karno 2026 itu diisi dengan aksi bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, pelepasan burung, hingga pelepasan tukik ke laut. Dalam kesempatan itu, PDIP menyoroti kerusakan pesisir yang makin nyata.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Bali, I Made Supartha, menegaskan keberadaan mangrove menjadi salah satu penyangga utama ekosistem pesisir Bali yang tidak boleh diabaikan.

Baca juga:  Buntut Matinya Ratusan Mangrove di Benoa, Tiga Komunitas Laporkan Dugaan Pidana Lingkungan ke Polda Bali

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi vital untuk menahan abrasi pantai, meredam gelombang laut, menjaga kualitas udara, sekaligus menjadi habitat berbagai biota pesisir.

“Mangrove adalah tumbuhan yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan. Mangrove menjaga pantai dari abrasi, menahan gelombang laut, menjadi tempat hidup berbagai biota, sekaligus membantu menjaga kualitas udara dan ekosistem pesisir,” ujarnya di sela kegiatan penanaman mangrove.

Ia menilai, gerakan penghijauan kawasan pesisir harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Apalagi, tekanan terhadap kawasan pesisir Bali dinilai semakin besar akibat pembangunan, sampah laut, hingga dampak perubahan iklim.

Baca juga:  Hektaran Lahan di Tahura Ngurah Rai Kritis, Kolaborasi Penanaman Mangrove Ditingkatkan

“Kalau pantai rusak, kalau mangrove hilang, maka yang terancam bukan hanya alam, tetapi kehidupan manusia itu sendiri. Karena itu, menjaga mangrove berarti menjaga Bali, menjaga masa depan anak cucu kita,” tegasnya.

Supartha juga menyinggung kemampuan mangrove dalam menyerap karbon yang dinilai sangat penting di tengah ancaman krisis iklim global. Selain itu, hutan mangrove menjadi rumah alami bagi ikan, kepiting, burung, dan berbagai satwa laut lainnya.

Baca juga:  Dugaan 'Food Tray' MBG Mengandung Minyak Babi, Ini Hasil Investigasi BGN

“Alam tidak pernah meminta banyak kepada manusia. Alam hanya ingin dijaga. Hari ini kita menanam mangrove, sejatinya kita sedang menanam harapan, menanam kehidupan, dan menanam warisan baik untuk Bali ke depan,” katanya.

Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong yang melibatkan kader partai, masyarakat pesisir, relawan lingkungan, hingga kalangan generasi muda. Selain aksi bersih pantai, peserta juga tampak turun langsung menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Benoa sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan Bali. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN