Penanaman mangrove di Mangrove Arboretum Park, Denpasar pada Senin (4/12). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hektaran lahan di Tahura Ngurah Rai. Hal itu dikarenakan bekas pelanggaran kawasan, bangunan rumah masyarakat yang melewati batas kawasan. Demikian disampaikan perwakilan UPTD Tahura Ngurah Rai, Yuda Wibawa saat penanaman mangrove bersama Bank BRI dan BenihBaik.com di Mangrove Arboretum Park, Senin (4/12).

Ia mengatakan pihaknya mengelola kawasan hutan mangrove seluas 1.373,5 hektare yang terbentang dari Pantai Mertasari hingga Tanjung Benoa. Lahan kritisnya, mencapai 5 sampai 7 hektare.

Untuk tutupan mangrove disebutnya sudah lebih dari 80%. “Yang kritis adalah bekas pelanggaran kawasan, bangunan rumah masyarakat yang melewati batas kawasan, tetap rehabilitasi sudah kami lakukan, kami kembalikan menjadi kawasan hutan. Jadi bangunan itu ada di darat bukan di area pasang surut, sehingga kami tanami dengan mangrove yang sesuai dengan kondisi lahan,” jelasnya.

Baca juga:  BRI Investasi Rp 300 Miliar untuk LinkAja

Ia mengatakan reboisasi hutan mangrove perlu terus dilakukan. Selain itu, agar tingkat keberhasilannya dilakukan metode penanaman dengan sistem guludan tidak lagi konvensional. Dengan sistem guludan, keberhasilan mangrove untuk tumbuh lebih baik.

Yang masih menjadi kendala dalam penanaman mangrove adalah perawatan. Sebab, di area lahan penanaman masih kerap ditemukan plastik yang dapat mengganggu pertumbuhan mangrove.

Founder BenihBaik.com, Andi F.Noya mengatakan kondisi lingkungan dan bumi kian sekarat. Untuk memulihkan kembali kondisi bumi diperlukan gerakan bersama.

Baca juga:  Tindak Lanjut RP Danau Buyan-Tamblingan, BPDASHL Gelar Rapat Harmonisasi

Maka kolaborasi dengan BRI ini, gaungnya dapat menyebar ke seluruh Indonesia. “Peran kita saat ini mungkin kelihatan kecil tapi jika dilakukan bersama-sama maka akan menjadi gerakan besar,” ujarnya.

Sementara itu, Regional CEO BRI Kanwil Denpasar Recky Plangiten mengatakan pihaknya turut menjaga kelestarian lingkungan lewat berbagai program. Salah satunya Britama Tanam Kebaikan ini.

Pohon mangrove, sebagai penjaga ekosistem pesisir, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian bumi kita. Melalui kolaborasi, pihaknya berupaya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, sekaligus memberikan makna yang mendalam untuk Indonesia. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  Siswa di Jembrana Isi Kelulusan dengan Bagi-bagi Nasi Bungkus
BAGIKAN