Ratusan tanaman mangrove mati di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Temuan ratusan tanaman mangrove mati di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, tepatnya di koordinat 8°43’51.89”S dan 115°12’43.35”E dengan luasan sekitar 6 are, langsung dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) lintas instansi di Ruang Rapat Pelindo, Sabtu (21/2).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, General Manager Pelabuhan Benoa, perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, PLN Indonesia Power, KSOP Benoa, UPTD Tahura, hingga komunitas Mangrove Ranger.

Dalam pembahasan terungkap, di sekitar lokasi mangrove terdapat pipa milik Pertamina Patra Niaga dan PLN Indonesia Power. Hasil inspeksi pipa milik PLN Indonesia Power pada 12 Desember 2025 tidak menemukan kerusakan atau kebocoran. Namun ditemukan pipa berkarat yang diduga milik Pertamina Patra Niaga.

Baca juga:  Warga Australia Sambut Baik Pembukaan Pariwisata Bali, Puncaki Jumlah Kunjungan Wisman

Selain itu, pada September 2025 tercatat adanya pekerjaan pipa milik Pertamina Patra Niaga yang mengalami rembesan. Perbaikan disebut telah dilakukan saat itu, namun tidak dilakukan pembersihan sisa rembesan minyak di sekitar lokasi.

Dalam kesimpulan rapat, kerusakan mangrove diduga kuat merupakan dampak dari rembesan pipa milik Pertamina Patra Niaga.

Kepala KLH Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani memerintahkan Pertamina Patra Niaga segera melakukan pemulihan terhadap tanaman mangrove yang mati di area sekitar 6 are tersebut.

Baca juga:  Cegah Keterlambatan, Bupati Suwirta "Warning" Rekanan

Pertamina juga diminta membuat surat kronologis pekerjaan perbaikan pipa yang merembes pada September 2025 serta menyusun rencana aksi rehabilitasi mangrove untuk disampaikan kepada Dinas KLH Provinsi Bali, KSOP Benoa, dan instansi terkait.

Langkah selanjutnya, akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan hasil rapat dipatuhi serta mengkaji kemungkinan pelanggaran dan penyebab pasti kematian mangrove.

General Manager Pelabuhan Benoa, Anak Agung Gede Agung Mataram, menambahkan telah disepakati antara Pertamina dan Indonesia Power akan bertanggung jawab menanam ulang ratusan mangrove yang mati. Hal itu karena di jalur tersebut terdapat pipa BBM milik kedua perusahaan tersebut.

Baca juga:  Januarta Ditemukan Gantung Diri di Kebun

“Upaya penanaman ulang mangrove akan dilaksanakan dan menjadi tanggung jawab pemilik aset pipa BBM. Pelindo dan pihak terkait lainnya akan mendukung guna keberlanjutan ekosistem mangrove di Benoa,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2) sore.

Dikatakan, proses rehabilitasi mangrove disebut akan segera dilaksanakan pascarapat koordinasi.

Kasus ini menjadi sorotan publik setelah viral usai inspeksi mendadak oleh Anggota DPR RI Komisi III, I Nyoman Parta, yang meminta pihak terkait bertanggung jawab atas matinya ratusan mangrove tersebut. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN