Pemkab Badung mengganti tanaman lee kuan yew dengan bougenville di median Jalan Bypass Ngurah Rai sebagai bagian program beautifikasi kawasan pariwisata. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Wajah jalur utama menuju kawasan pariwisata Badung Selatan mulai ditata. Pemerintah Kabupaten Badung kini mengganti tanaman lee kuan yew dengan bougenville berwarna cerah untuk menghadirkan nuansa jalan yang lebih hidup dan menarik perhatian wisatawan.

Program beautifikasi yang dijalankan melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung ini difokuskan pada peningkatan estetika sekaligus memperkuat identitas kawasan wisata. Salah satu titik penataan terlihat di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, khususnya di kawasan Kedonganan. Jalur ini selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat dan wisatawan yang menuju berbagai destinasi unggulan di Badung Selatan.

Baca juga:  Ribuan Penonton MotoGP Mulai Tinggalkan Lombok

Dari pantauan di lapangan, Rabu (20/5), petugas mulai melakukan pembersihan tanaman lama yang sebelumnya menghiasi median jalan. Tanaman rambat jenis lee kuan yew yang telah tumbuh sejak tahun 2020 tampak dibongkar secara bertahap, termasuk bagian penyangga atau struktur pendukungnya.

Selama beberapa tahun terakhir, lee kuan yew dikenal sebagai elemen penghijauan khas di ruas jalan tersebut. Namun, seiring kebutuhan penataan yang lebih segar dan atraktif, pemerintah daerah memutuskan melakukan penggantian dengan tanaman baru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung, Made Rai Warastuthi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari konsep beautifikasi yang lebih modern dan berwarna. Menurutnya, tanaman bougenville dipilih karena memiliki daya tarik visual yang lebih kuat melalui bunga-bunganya yang cerah. Selain memperindah tampilan jalan, kehadiran bougenville juga diharapkan mampu menciptakan kesan ramah dan estetis bagi wisatawan yang melintas.

Baca juga:  Suyadinata Jadi Bapak Asuh 10 Siswa Tak Mampu di Badung

“Rencananya ganti bougenville. Tanamannya ya kita ganti, supaya berbunga. Ini sudah mulai dikerjakan,” katanya.

Saat ini, proses pengerjaan masih berada pada tahap awal, yakni pembersihan tanaman lama serta penyiapan media tanam untuk vegetasi baru. Petugas terlihat bekerja secara bertahap guna memastikan penataan tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas di jalur padat tersebut.

Program penataan ini ditargetkan rampung pada tahun 2026. Pemerintah berharap perubahan ini tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memperkuat citra Badung sebagai destinasi pariwisata yang tertata rapi, hijau, dan berkelas.

Baca juga:  Mahapraja Tawarkan Panaroma Alam Perdesaan di Peninjoan

Dengan hadirnya bougenville yang lebih semarak, Rai Warastuthi berharap wajah Bypass Ngurah Rai mampu memberikan pengalaman visual yang lebih menyenangkan bagi setiap pengguna jalan. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN