
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 108 jamaah haji asal Kabupaten Buleleng resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci pada pelepasan jamaah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Agung Jami Singaraja, Jumat (8/5). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Buleleng, Agus Annurachman, mengatakan ratusan jamaah tersebut didampingi satu Petugas Pemandu Haji Daerah (PHD). Dari total jamaah, terdiri atas 51 laki-laki dan 58 perempuan.
“Jamaah tertua atas nama Siti Madrahasan usia 58 tahun asal Desa Pegayaman. Sedangkan jamaah termuda berusia 36 tahun dari Kecamatan Gerokgak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat 16 jamaah yang memerlukan pendampingan khusus, termasuk menggunakan kursi roda. Karena itu, pelayanan terhadap jamaah diminta dilakukan secara maksimal, humanis, dan penuh totalitas, terutama bagi jamaah berkebutuhan khusus.
Menurut Agus, Pemerintah Kabupaten Buleleng setiap tahun memberikan dukungan nyata terhadap pelaksanaan ibadah haji, termasuk menyiapkan armada bus menuju embarkasi Surabaya. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan petugas pendamping bagi jamaah.
“Kami berharap ke depan jumlah Petugas Pemandu Haji Daerah bisa ditambah menjadi dua orang agar pelayanan terhadap jamaah semakin optimal,” katanya.
Sementara itu, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Selama kurang lebih 42 hari menjalani rangkaian ibadah haji, jamaah diminta menjaga kondisi fisik dan mental.
“Yang paling penting menjaga kesehatan agar seluruh jamaah dapat kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan sehat,” tegasnya.
Bupati juga menyinggung tingginya animo masyarakat Buleleng untuk menunaikan ibadah haji. Saat ini, antrean calon jamaah haji di Buleleng disebut mencapai hampir 2.000 orang. “antusias begitu besar. Sehingga kedepan kami akan upayakan penambahan pendamping,” tandasnya. (Yudha/balipost)









