Kebakaran rumah di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebuah rumah kontrakan di Banjar Dinas Timur Jalan, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, dilalap si jago merah pada Senin (2/2) sore.

Diketahui, percikan api pertama muncul dari bagian dapur rumah semi permanen itu. Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi, Selasa (3/2), membenarkan peristiwa itu.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan warga di sekitar lokasi, api pertama kali terlihat berasal dari bagian dapur rumah dan dengan cepat menjalar ke atap bangunan. Akibatnya, bagian atas rumah terbakar dan sebagian ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan pada bagian atap rumah cukup parah akibat kobaran api yang dengan cepat menjalar.

Baca juga:  Kapal Elisabet Satu Terbakar, Sejumlah Kru Meninggal dan Belasan Luka Bakar

Rumah tersebut diketahui milik M. Yasin (56) yang dikontrakkan kepada Hanan (30), seorang buruh harian lepas. Saat kejadian berlangsung, rumah dalam kondisi kosong karena penghuni sedang tidak berada di tempat.

“Rumah itu dalam keadaan kosong dan ditinggal bepergian oleh penghuninya,”jelasYohana.

Salah seorang warga setempat, Hayatullah (43), menuturkan bahwa saat pertama kali melihat kejadian, api sudah membesar di bagian atap dapur rumah. Hal senada disampaikan tetangga korban, Mohammad Lazim (60), yang menyebutkan sekitar pukul 17.20 WITA api mulai tampak di bagian atas bangunan. Beberapa menit kemudian terdengar suara keras akibat plafon kayu yang hangus terbakar dan runtuh.

Baca juga:  Rumah Pengopenan Kopra Terbakar

Pemilik rumah, M. Yasin, baru mengetahui peristiwa tersebut setelah mendapat informasi dari warga sekitar karena saat itu sedang berada jauh dari lokasi rumahnya.

Terkait penyebab kebakaran, IPTU Yohana Rosalin Diaz menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Penyebab kebakaran masih didalami. Belum dapat dipastikan apakah akibat korsleting listrik atau berasal dari aktivitas di dapur, mengingat saat kejadian rumah dalam kondisi kosong dan korban tidak berada di lokasi,” pungkasnya. (Yudha/balipost)

Baca juga:  PUPR Minta Program Sejuta Rumah Manfaatkan Produk Dalam Negeri
BAGIKAN