
DENPASAR, BALIPOST.com – Selain Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Desa Sanur Kauh dan Kelurahan Kesiman juga sempat diterjang angin puting beliung, Rabu (21/1). Total ada 63 rumah warga mengalami kerusakan pada tiga wilayah di Denpasar tersebut.
Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana saat diwawancarai mengatakan, dari tiga wilayah tersebut, Sidakarya yang mengalami dampak paling parah dengan terdata 21 rumah mengalami kerusakan. Kemudian di Kesiman, terdata sebanyak 27 rumah rusak dan Sanur Kauh ada 15 rumah yang rusak. “Di Sidakarya yang sudah kami datangi ke lapangan 20 rumah, namun data dari desa ada 50 rumah yang rusak,” katanya.
Ia mengatakan jenis kerusakan rumah didominasi oleh atap yang jatuh, baik itu genteng ataupun spandek. Terdata ada beberapa pelinggih yang roboh akibat diterjang angin. Termasuk beberapa bangunan ada pula yang tertimpa pepohonan.
Saat ini, pihaknya pun masih tetap melakukan pendataan. Karena menurutnya kemungkinan masih ada yang tercecer.
Masyarakat yang terdampak saat ini masih berada di rumah masing-masing, belum ada yang dilaporkan mengungsi. “Rumahnya masih bisa ditempati, karena kerusakan tidak ada yang parah sekali sampai semua atap,” ujarnya.
Agung Surya mengaku, BPBD juga telah memberikan bantuan kebutuhan dasar, seperti terpal, handuk dan lain-lain. Disamping itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Sosial, Damkar, DLHK dan lainnya untuk melakukan penanganan.
Terkait fasilitas umum, seperti jalan raya, kata Agung Surya, sudah kembali lancar sejak pagi. Pihaknya mengaku telah bergerak sejak subuh untuk menangani persoalan vital termasuk jalan raya agar tidak ada kemacetan.
Selanjutnya, dia mengaku akan melakukan pembersihan di sekitar pohon tumbang. Kedua melakukan asesment ke rumah penduduk yang terdampak bersama tim terkait untuk mendata berapa besaran bantuan yang diberikan sesuai regulasi yang berlaku.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati mengingat dengan perkiraan BMKG hujan akan lebih tinggi terjadi hingga Februari nanti. “Jika memang tidak begitu penting, sebaiknya tetap di rumah dan tetap berhati-hati,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)










