
NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem disertai angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (6/3) malam menerjang wilayah Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah atap bangunan milik warga di Desa Delod Berawah dan Desa Penyaringan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Arthana Putra, Sabtu (7/3) mengatakan di Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah, terdapat tiga bangunan milik warga yang terdampak akibat terjangan angin kencang tersebut.
Hasil kaji cepat petugas di lokasi mencatat ada tiga kepala keluarga yang mengalami dampak langsung. Kerusakan yang terjadi sebagian besar pada bagian atap bangunan rumah dan dapur warga.
Kerusakan tersebut dialami oleh I Gede Sugiadnyana dengan kondisi sekitar 30 genteng rumahnya terlepas akibat terpaan angin. Kemudian dapur semi permanen milik I Putu Nastra mengalami kerusakan. Sementara rumah milik Ketut Agus Mahardika juga terdampak dengan sekitar 100 genteng rusak pada bagian atap.
“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Untuk total kerugian masih dalam proses pendataan,” ujarnya.
Selain di Delod Berawah, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Penyaringan, tepatnya di Banjar Anyar Tembles dan Banjar Anyar Kelod. Angin kencang menyebabkan sejumlah bangunan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap genteng.
Berdasarkan pendataan di lapangan, beberapa warga yang terdampak di antaranya Sayu Komang Muniati yang dapurnya mengalami kerusakan pada bagian atap dengan estimasi kerugian sekitar Rp 500 ribu.
Kemudian I Dewa Ayu Putu Putri mengalami kerusakan pada atap rumah dengan kerugian diperkirakan Rp 300 ribu. I Ketut Satra juga mengalami kerusakan pada bagian atap kamar mandi dengan kerugian sekitar Rp 300 ribu.
Kerusakan lebih besar dialami oleh I Gusti Made Putra. Selain atap rumah, bagian atap kamar mandi dan asbes kandang bebek miliknya juga rusak. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 700 ribu.
Selanjutnya, I Dewa Gede Suarnata mengalami kerusakan pada atap dapur dengan kerugian sekitar Rp 300 ribu. Sedangkan I Gusti Lanang Ketut Ardana juga mengalami kerusakan pada atap rumah dengan perkiraan kerugian sekitar Rp 300 ribu.
“Total kerugian materiil akibat kejadian di Desa Penyaringan diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,4 juta dan tidak ada korban jiwa,” terang Arthana.
Di Banjar Anyar Kelod, rumah milik Ni Komang Arini juga terdampak. Janda yang mengasuh seorang anak yatim tersebut harus menghadapi pohon mangga besar di halaman rumahnya yang tumbang akibat angin kencang.
Selain menumbangkan pohon, angin juga merusak sebagian atap rumah serta dapur miliknya yang menggunakan material asbes.
Tim BPBD Jembrana telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dengan mengevakuasi pohon mangga yang roboh tersebut. Pihak BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama yang disertai angin kencang.(Surya Dharma/balipost)










