Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih sekaligus Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha saat menyampaikan laporan pemasukan dan penghabisan upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pada Kamis (23/4). (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST. com – Pelaksanaan upacara Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem berakhir atau kasineb, pada Kamis (23/4) kemarin. Dalam upacara tersebut, Prawartaka atau Panitia Karya IBTK Pura Agung Besakih menyampaikan pengerauh/pemasukan dan penelas/ penghabisan dana selama berlangsungnya karya tersebut.

Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih sekaligus Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, pada Rabu (22/4) kemarin mengungkapkan, sebelum upacara panyineban digelar, lebih awal dilaksanakan upacara bhakti penganyar. “Untuk upacara penganyar telah dilaksanakan oleh panitia Besakih pukul 10.00 Wita,” ucap Widiartha.

Widiartha mengatakan, setelah digelar upacara bhakti penganyar, selanjutnya baru dilaksanakan upacara panyineban Karya IBTK mulai pukul 15.00 Wita. Kata dia, Upacara penyineban ditandai dengan melakukan persembahyangan bersama. Usai sembahyangan bersama, seluruh pralingga ida bhatara kembali ke masing-masing pelinggih.

“Setelah pengrajeg dan pengemit karya sampai di ambal-ambal selesai dilaksanakan tetingkeb, baru di masing-masing pura menyesuaikan digelarnya persembahyangan yang disesuikan oleh pengempon,” katanya sembari menyatakan, upacara terakhir pada tanggal 26 April akan digelar upacara mejauman.

Baca juga:  Lagi, Puluhan Naker Migran Pulang ke Bali lewat Jakarta

Menurut Jro Widiartha, upacara pengibenan dipuput sebanyak enam orang sulinggih. Yakni untuk di Bale Gajah dipuput oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dari Griya Kedhatuwan Kawista Blatungan, Ida Dalem Semara Putra dari Puri Semara Pura, untuk di Tapini dipuput oleh Ida P Istri I Wayah Jelantik Dwaja dari Griya Budakeling Karangasem, dan Ida P Istri Karang.

“Untuk di Pengrajeg Karya dipuput oleh Ida Pendanda Gede Kemenuh dsri Griya Batan Manggis Singarata, di Pengemit Karya dipuput oleh Ida Rsi Wayabya Sogata Suprabhu Karang dari Griya Buduk Badung. Sementara saat bakti penganyar dipuput oleh Ida Pandita Empu Maha Yoga dari Griya Angsoka Bebanda,” jelas Jro Widiartha.

Jro Widiartha menjelaskan, selama berlangsungnya Karya IBTK di Pura Agung Besakih yang berlangsung atau nyejer selama 21 hari, dana yang masuk secara keseluruhan mencapai Rp 8.965. 742. 204 , kemudian dana penelas atau habis dipergunakan sebesar Rp 6.477. 534.000. “Sementara untuk sisa atau saldo sebesar Rp 2. 488. 208.204,” tandasnya.

Baca juga:  Cek Jadwal PKB 15 Juli 2025: Dari Dramatari Patopengan hingga Arja RRI Reborn

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya sebagai Prawartaka Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Tahun 2026, mengucapan terima kasih kepada para Sulinggih, Pemangku Pura Agung Besakih lan Pemangku sami, Gubernur Murdaning Jagat Bali, Wakil Gubernur Bali, Sekretaris Daerah Provinsi Bali beserta OPD Pemprov Bali, Ketua DPRD Provinsi, Dirjen Binmas Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia, Polda Bali, Danrem 163/Wira Satya (Bali), MDA Provinsi Bali, PHDI Provinsi Bali.

Bupati/Walikota se-Bali, Wakil Bupati/Wakil Wali Kota se- Bali, Sekretaris Daerah beserta OPD Kabupaten/Kota se-Bali, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Polres dan Polresta, Dandim 1623/Karangasem, MDA Kabupaten/Kota se-Bali, PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, Sabha Catur Lawa Pura Agung Besakih (Ida Ratu Pasek, Ida Ratu Bagus Pande, Ida Ratu Bagus Penyarikan, Ida Ratu Dukuh), Para Bhakta, dan Umat sedharma atas dukungan dan ayah-ayah yang sudah dilaksanakan selama rangkaian Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh tersebut diatas.

Baca juga:  Pohon Asem Belanda Tumbang di Cekik, Dua Pengendara Asal Banyuwangi Terluka

“Berkenaan dengan pelaksanaan ayah-ayah yang dilakukan oleh umah Hindu Sedharma, sudah barang tentu terkait dengan penyanggra dan penyawis terhadap pengayah dan pemedek, kami sadari masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala bentuk kekurangan, kami selaku prawartaka mohon maaf sebesar-besarnya. Dan kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas ayah-ayah yang dilandasi rasa tulus dan lascarya oleh umat hindu sedharma, sehingga secara umum pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh da Karya Ida Bhatara Turun Kabeh berjalan cukup lancar dan labda karya sidasidaning dhon,” tandasnya sembari menyatakan, pihaknya tidak akan bisa membalas ayah-ayah luhur yang telah bapak/ibu lakukan. Semoga Ida Sanghyang Parama Kawi memberikan imbalan yang setimpal sesuai dharma masing-masing. (Eka Parananda/balipost).

BAGIKAN